kabargolkar.com, TENGGARONG - Hetifah Sjaifudian, anggota DPR RI dari Provinsi Kalimantan Timur mengunjungi Tenggarong dalam rangka reses masa persidangan 1 Tahun Anggaran 2019/2020. Dalam kunjungannya, Hetifah menjadi narasumber dalam acara “Diklat Perempuan Golkar, Penguatan Pemahaman Gender Budget dalam APBN dan APBD untuk Memperkuat Peran Kader Perempuan Golkar dalam Pembangunan Kutai Kartanegara” yang diselenggarakan Sabtu (21/12), di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.
Dalam acara tersebut, Hetifah menyampaikan mengenai pentingnya representasi perempuan dalam politik. Bukan sekadar ada, tapi juga berpengaruh.
“Perempuan harus tunjukkan kegigihan kita, kesungguhan kita. Bahwa kita sebagai perempuan memang mampu untuk memimpin. Perempuan dapat membantu perempuan lain. Perempuan harus bisa memperjuangkan perempuan yang lain,” ujarnya.
Hetifah membeberkan sejumlah alasan mengapa perempuan perlu diperjuangkan.
“Di bidang ekonomi, tingkat pengangguran perempuan lebih banyak dari laki-laki. Perempuan saat ini mendapatkan upah yang lebih sedikit dari laki-laki. Untuk akses kredit usaha juga perempuan lebih susah mendapatkan kredit karena jarang memiliki aset di bawah nama mereka,” paparnya.
Hetifah berharap, dengan adanya kesadaran mengenai Gender Budgeting atau penganggaran berbasis gender, keputusan-keputusan penting dapat berorientasi pada perspektif gender.
“Gender budget gampangnya sama seperti rumah tangga. Dalam rumah tangga, perempuan harus punya peran dalam menentukan keuangan keluarga mau dibawa kemana," jelasnya.
Lebih lanjut, Hetifah yang juga merupakan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar itu menyarankan langkah konkrit dengan pembentukan Mother Center di setiap kecamatan.
“Mother Center adalah wadah bagi para perempuan untuk belajar apa saja yang Ia inginkan. Baik itu internet sehat, ketrampilan menjahit, spa, atau hal lainnya.
Lebih lanjut Hetifah menyampaikan bahwa Kita bisa melakukan itu dengan saling silang secara bergantian. Banyak kader yang sudah mempunyai relasi di bidang itu, tinggal diteruskan.
"Karena saya belum melihat suatu gerakan kongkrit bagi perempuan. Saya mendukung kita buat mother center itu," pungkasnya. (*)