Kabargolkar.com - Usulan mengubah sistem pemilu menjadi proporsional tertutup menjadi tantangan bagi partai politik untuk melakukan penguatan institusi partai.
"Penerapan sistem proporsional tertutup harus diiringi dengan penguatan institusi partai politik." terang Ahmad Doli Kurnia Ketua Komisi 2 DPR RI pada Rabu, (15 /2020.
Doli mengajak berbagai pihak yang mempertanyakan dan meragukan perubahan sistem ini untuk melihat dari aspek menyeluruh.
" Perubahan UU Pemilu (yang mengubah sistem proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup) harus juga diiringi dengan perubahan UU Partai Politik" lanjut Ahmad Doli Kurnia yang kini menduduki posisi Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2019-2024.
Ahmad Doli menutup statemennya terkait dinamika wacana terkait kritik jika sistem proporsional tertutup diterapkan rakyat seolah-olah "memilih kucing dalam karung", Ahmad Doli mengajak partai mulai melakukan manajemen partai yang modern dan terbuka. "Partai Politik mesti melakukan perekrutan caleg yang terbuka dan transparan." tutup Doli. (kabargolkar)