kabargolkar.com, JAKARTA - Pemerintah menegaskan tidak akan memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Termasuk di Jakarta yang memiliki jumlah korban positif corona terbanyak.
Namun, Waketum Golkar Melchias Marcus Mekeng menilai, sudah waktunya Jakarta menerapkan lockdown untuk mencegah lebih banyak korban positif virus corona di ibu kota.
"Sudah bisa (Jakarta Lockdown), sekarang yang dibutuhkan action, dan bukan kebanyakan rapat dan tidak ada action," kata Mekeng kepada wartawan, Jumat (27/3).
Anggota Komisi XI DPR itu mengatakan, lockdown memang merupakan cara yang ampuh untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Namun, Mekeng meminta jika lockdown berlaku, maka pemerintah wajib menyiapkan logistik bagi masyarakat.
"Pemerintah harus menyiapkan sembako bagi masyarakat yang penghasilannya harian dan yang tidak punya penghasilan, setelah itu menyiapkan anggaran bayar listrik sehingga masyarakat bisa patuh," katanya.
Sementara itu kader fungsional Partai Golkar yang juga dosen di Paramadina, Khalid Zabidi mengatakan bahwa yang harus segera ditutup (lockdown) adalah kawasan Jabodetabek, tidak hanya Jakarta, mengingat pesatnya penyebaran covid-19 dari wilayah tersebut.
"Kawasan Jabodetabek harus segera di lockdown karena telah menjadi pusat epicentrum penyebaran virus Corona dan penyakit Covid-19 yang mewabah di Indonesia sejak awal Maret 2020," ujarnya melalui rilis yang diterima kabargolkar.com pada Senin (23/3/2020).
Menurutnya, himbauan dan peraturan social distancing atau tetap berada dirumah ternyata tidak cukup efektif, karena warga masih saja berlalu lalang tidak mematuhi himbauan dan peraturan pemerintah sehingga resiko penyebaran virus Corona di Jabodetabek masih tinggi.
Pemerintah kembali memperbarui data pasien positif virus corona di Indonesia. Per Jumat (27/3/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif bertambah 153 orang, sehingga total kini ada 1.046 terjangkit corona.
"Ada penambahan kasus (positif) signifikan, ada 153 kasus baru. ini menggambarkan bahwa masih ada penularan penyakit ini di tengah masyarakat kita," kata juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020) sore. [epicentrum]