Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Catatan Ringan: Ada Apa di Morowali dan Konawe?
  Bambang Soetiono   07 Mei 2020
Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan. (viva)

Oleh: Lalu Mara Satriawangsa


kabargolkar.com, JAKARTA - Kerapkali publik dibuat terperanjat dengan
kedatangan TKA asal China ke Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah) dan Kabupaten Konawe (Sulawesi Tenggara). Apalagi sejak pandemi Covid-19 di mana sumber virus ini berasal dari kota Wuhan, China.

Setiap kedatangan TKA asal China datang, ramai di media sosial. Dan di sisi lain, Kemenko Maritim dan Investasi sibuk memberi penjelasan kepada publik - bukannya humas perusahaan - membuat publik semakin bertanya-tanya. Sebetulnya ada apa di Morowali dan Konawe?

Semenjak Presiden Jokowi dilantik sebagai Presiden tahun 2014, Indonesia sangat gencar mengundang investor dari berbagai negara. Dan yang paling cepat merespon undangan Presiden Jokowi adalah investor China. Memang karakter investor China cepat dalam mengeksekusi setiap peluang.

Visi Presiden Jokowi untuk mengekspor barang jadi, misalnya dari satu bahan baku nikel dieksekusi oleh investor China. Tak tanggung-tanggung investasinya miliar dollar Amerika Serikat di tiga kawasan Industri di luar Pulau Jawa; Morowali, Konawe, dan Halmahera.

Untuk mendapat investor yang tidak mikir panjang dalam sistuasi seperti saat ini, tentunya tidak mudah juga. Apalagi banyak negara di dunia melirik dan mengundang investor China berinvestasi ke negaranya. Sebut saja Arab Saudi. Jangan tanya Amerika Serikat, surat utangnya yang dipegang China nilainya triliunan dollar Amerika Serikat. Dan hingga saat ini belum bisa bayar.

Di Kawasan Industri Morowali, investor kelas dunia China Tsingshan Group, pioner dalam indutri baja nirkarat (stainless steel) dan menduduki ranking 361 pada Fortune Global 500 membangun berbagai industri pengolahan nikel untuk dijadikan stainless steel, carbon steel yang nantinya berakhir (hilirnya) pada industri energi terbarukan; batere lithium. Semuanya menggunakan teknologi terbaru dan modern.

Saat ini, produk yang dihasilkan perusahaan tersebut adalah Nickel Pig Iron (ferro nikel berkadar rendah) sebesar 2 juta ton per tahun, stainless steel (baja nirkarat) sebesar 3 juta ton per tahun, Cold-rolling 700 ton per tahun, dan carbon steel sebesar 3,5 juta ton per tahun.

Sepanjang tahun 2019, total penjual Kawasan Industri Mowowali sebesar 9,6 miliar dollar AS terdiri dari 4,4 miliar dollar AS diperoleh dari kegiatan ekspor, dan sisanya sebesar 5,2 miliar dollar AS dari penjualan domestik.

Sementara kuartal pertama tahun 2020, pendapatan dari penjualan dalam negeri sebesar 1 miliar dollar AS, dan dari eskpor sebesar 1,5 miliar dollar AS. Total penjualan pada kuartal pertama sebesar 2,5 miliar dollar AS.

Untuk ferronickel pada kuartal pertama produksinya mencapai 567 ribu ton dengan nilai keluaran (output value) sebesar 910 juta dollar Amerika. Target penjualan untuk carbon steel tahun 2020 sebesar 779 juta dollar, menurun 43 persen dari target semula sebesar 1,365 miliar dollar AS karena pandemi Covid-19.

Di Kawasan Industri Morowali sudah terbangun berbagai fasilitas penunjang seperti pembangkit listrik (PLTU) sebesar 2.850 MW, di mana 1.610 MW sudah beroperasi, dan 1.240 MW dalam pengerjaan kontruksi.

Fasilitas penunjang lainnya yang sudah terbangun adalah pelabuhan laut dengan kapasitas 36 juta ton dari lima dermaga (pier)

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.