01 Juni 2020
Satire M. Nuh Buat Kita Semua
  Muhammad Said
  22 Mei 2020
  • Share :

Opini: Lalu Mara Satriawangsa

kabargolkar.com - M. Nuh, 'pengusaha' asal Jambi buat geger se-Republik. Dia yang katanya pengusaha itu melakukan penawaran tertinggi atas sepeda motor listrik yang pernah di coba dan ada tanda tangan Presiden Joko Widodo.

Rp. 2,55 miliar bukan uang kecil. Apalagi di zaman susah sekarang. Harga motor listrik itu sekitar Rp. 24-25 juta. Tapi melonjak karena berebut muka di depan Presiden Jokowi.

M. Nuh mengalahkan angka penawaran pengusaha asal Manado Gabriele Wawengkang, politisi PDIP Maruara Sirait, dan Warren Tanoe Soedibyo, puteri pengusaha nasional Hari Tanoe.

Sebetulnya, kalau memang M. Nuh tidak bisa membayar, maka pemenang lelang jatuh ke urutan ke dua, dalam hal ini pengusaha asal Manado tersebut.

Apa hikmah yang bisa dipetik dari kasus ini?

M. Nuh sebetulnya menyindir orang-orang itu yang ikut lelang. Harga motor Rp. 24-25 juta kok ditawar miliaran. Dan kalau mau ngebantu, kenapa mesti cari muka dulu ke Presiden Jokowi? Kenapa tidak datang saja ke BNPB saja dan atau seperti pengusaha kosmetik bantu langsung ke RS. Persahabatan? Itulah satire M. Nuh yang saya tangkap dari peristiwa ini.

Polisi tak perlu menahan M. Nuh. Karena ada peserta kedua, ketiga dan keempat. Panitia tinggal mengumumkan saja.

Kalau Polisi mau periksa, periksalah Wanda Hamidah dan panitia yang katanya sudah lakukan verifikasi data. Data apa yang mereka verifikasi? NPWP, Perusahaan, dansebagainya. Apa ada konspirasi dengan meloloskan M. Nuh sebagai pemenang lelang yang berujung seperi sekarang?

M.Nuh memberi pelajaran, kalau mau bantu, ya langsung bantu saja. Tidak perlu dengan cara ikut lelang dengan membeli barang dengan harga yang tidak realistis. Itu namanya kufur nikmat! [epicentrum]

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.