Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Catatan Ringan: Ideologi, Investasi, dan Politik Bebas Aktif
  Nyoman Suardhika   08 Juni 2020
Credit Gambar/ Twitter
kepada ekonomi global. Sementara AS pengaruhnya 25 persen pada ekonomi dunia. Dan yang paling utama adalah China berhasil menekan angka kemiskinannya dari 770 juta turun menjadi 30 juta orang selama 40 tahun!

Saat ini, empat bank China menduduki urutan pertama hingga ke-4 dari daftar 10 besar bank terbesar di dunia. Demikian juga, 119 perusahaan China masuk Fortune Global 500, selisih dua perusahaan dengan Amerika Serikat yang mencatatakan 121 perusahaan.

Jadi, Bung Nasrudin, bagaimana China membangun negerinya dan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menekan angka kemiskinan itulah yang patut kita pelajari, dan hal itulah menjadi wilayah kerja sama kedua partai. Bukan mempelajari paham komunis yang menjadi ideologi China!

Di sisi lain, bagaimana China berhail mempertahankan ideologinya di tengah serbuan kapital (investasi) yang masuk ke negaranya? Melalui “sekolah ideologi partai”. China melakukan pendidikan kepada seluruh calon pejabat dari level rendah hingga tinggi di sebuah “sekolah ideologi partai.”

Hasilnya, yang seperti kita lihat saat ini, bahwa investasi, kapital dan pergaulan internasional tak mampu mengubah paham dan atau ideologi China.

Belajar dari China

Indonesia bisa belajar dari China. Untuk mempertahankan ideologi Pancasila dari serbuan paham lain (komunis dan liberal), menguatnya kepentingan individu serta menguatnya politik identitas perlu dibuat “sekolah ideologi Pancasila” yang diikuti oleh seluruh kader partai politik, ASN, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

Bung Nasrudin pasti mengetahui hadis ini, ”Carilah ilmu meskipun di negeri China, karena mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” Meski tak tergolong hadis sahih, hadis ini sangat masyhur.

Dan faktanya, dunia tak bisa lepas/menghindar dari China, baik secara ekonomi maupun politik. 



Lalu Mara Satriawangsa, Wakil Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.