Tentunya hal ini patut untuk digarisbawahi dan kalau perlu dikoreksi sebelum terlambat. Semoga menjadi perhatian untuk pihak terkait yang menjadi stakeholder pendidikan Indonesia. Jangan sampai kita merdeka (swasembada) secara pangan, tapi hakikatnya sumber daya manusia kita dijajah dalam bentuk teknologi.
referensi :
1. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190610/99/932429/warisan-swasembada-pangan-pak-harto-membuat-indonesia-berdaulat
2. https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3621
3. https://www.census.gov/popclock/print.php?component=counter&sec_ak_reference=18.e60fea5.1574146349.b558089
4. https://www.nu.or.id/post/read/42300/m-nuh-kurikulum-2013-songsong-generasi-emas
5. https://nasional.tempo.co/read/625307/ombudsman-kurikulum-2013-membebani-guru-dan-siswa
6. http://pgrislc.com/
7. https://garudalearning.com/web/
8. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/12/tingkatkan-akses-layanan-pembelajaran-kemendikbud-luncurkan-akun-pembelajaran-belajarid
9. https://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/2d095851abb1db9
Kurniawan Jatmika, adalah Ketua DPD AMPI Kota Mojokerto