Ironisnya, eksis di media sosial ternyata juga banyak menyeret kalangan remaja pada kasus-kasus kriminalitas dengan berbagai macam aktivitas yang sengaja dibuat demi konten untuk menjadi “viral”. Tidak sedikit yang akhirnya terkena pasal pidana. Yang lebih berbahaya adalah ketika kalangan remaja kita menjadi mangsa empuk pornografi dan pornoaksi. Banyak yang terjerumus, sehingga harus menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai generasi muda kita kehilangan masa mudanya yang indah hanya karena “salah konten” di media sosial. Kita wajib menyelamatkan mereka dari jebakan konten digitalisasi.
Iman Adalah Kunci
Mungkin banyak penjelasan dari pakar-pakar, mengapa "penyimpangan-pengyimpangan" seperti yang sudah terjadi bisa dialami oleh pengguna sosial media kita. Selain daripada kemudahan akses informasi itu sendiri. Proses verifikasi sebuah isu yang didapat juga masih belum baik. Dalam istilah yang lebih populer, disebut, "saring sebelum sharing". Kemudian, ini yang bagi saya sebetulnya fundamental (mendasar), yaitu iman.
Banyak dari kita, yang menggunakan sosial media dengan melupakan iman yang kita genggam. Iman berarti percaya. Percaya akan eksistensiNya. Percaya akan kehadiranNya yang selalu mengawasi gerak-gerik kita, tak terkecuali dalam menggunakan sosial media, sebagaimana tuntutan logis dari adanya era digitalisasi sekarang ini. Jika nilai-nilai yang terkandung di dalam iman itu, bisa selalu kita pegang teguh, niscaya kita juga akan lebih bijak dalam menggunakan platform sosial media. Karena seperti yang saya katakan, kita merasa diawasi.
Saya rasa, memang ada sebuah paradoks yang terjadi. Kita, manusia, seringkali berdo'a dengan sangat yakin, bahwa Tuhan pasti Maha Mendengar. Namun, saat kita melalukan kesalahan, kita lupa bahwa Tuhan juga Maha Melihat.
Iman adalah kunci. Iman juga menjadi solusi yang paling relevan disegala era dan kondisi. Termasuk di era digitalisasi serta arus informasi yang begitu cepat ini. Dengan meningkatkan iman, ketaqwaan, serta edukasi yang baik. InsyaAllah, saya percaya, hal-hal demikian bisa lebih kita minimalisir.
Semoga segala kekhilafan kita, bisa menjadi gerbang kesadaran yang sempurna.
H. RUDY MASUD, SE., ME (Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Ketua BPW KKSS Kaltim, Ketua DEPIDAR SOKSI KALTIM)