Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Hijrah Dan Transformasi Keadaban
  Nyoman Suardhika   10 Agustus 2021
Credit /Photo : Nur Khalis

Oleh: Nur Khalis

Kabargolkar.com - 
Momentum Tahun baru Islam 1443 Hijriyah
sebagai Epos Sejarah yang menakjubkan bagi pradigma peradaban dunia sangat penting untuk kita refleksikan ditengah perubahan wajah baru dunia yang mengundang kecemasan dan kegelisahan bagi kehidupan masyarakat dunia. Menghidupkan memori sejarah hijrah ditengah duka nestapa dunia akibat perubahan iklim dan pandemi covid 19 adalah energy dan spirit dalam membangkitkan kembali optimisme dan pentingnya menghidupkan transformasi keadaban ditengah tergerusnya nilai-nilai moralitas.

Peristiwa Hijrah dalam banyak literasi, kalau dilihat dari sudut pandang metafisis merupakan sebagai perintah Tuhan, tetapi dari sudut pandang sosiologis diibaratkan sebagai simbol kesejarahan yang dampaknya sangat besar dan dahsyat terhadap perubahan sosial dalam sejarah peradaban umat manusia. Kehadiran sebuah buku 100 tokoh paling berpengaruh didunia yang menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai the top leader  adalah sebagai sebuah pilihan yang  berangkat dari  potret Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai langkah strategis, politis sebagai pembawa risalah kenabian yang mengandung muatan transformasi keadaban.

Pengertian hijrah pada umumnya seringkali identik dengan meninggalkan suatu negeri yang tidak aman menuju negeri lain yang menjanjikan keselamatan dan kenyamanan, khususnya dalam menjalankan ajaran agama. Meskipun secara fisikgeorafis peristiwa hijrah selalu dikaitkan dengan aktivitas Nabi SAW dan para sahabat, bagi umat Islam masa kini tetap terbuka kesempatan melakukan hijrah. Dalam konteks ini hijrah bermakna melakukan upaya-upaya transformasi dan rekonstruksi diri dan masyarakat menuju kualitas yang lebih beradab.

1 Muharram sebagai tahun baru Islam, hendaknya dijadikan momentum memposisikan diri tegak, lurus, Istiqomah dalam menginjeksikan memori tentang nilai-nilai kejuangan, kegigihan, pengorbanan dan optimisme Nabi Muhammad dalam mewujudkan visi kenabian dalam membentuk tatanan masyarakat yang berkemajuan (madani) meski dalam bayang-bayang intimidasi, ancaman, teror, penderitaan dan dehumanisasi serta aksi-aksi sparatis lainnya.

Tragedi sejarah perjalanan menegangkan Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan hijrah ini sebagai bukti keteladanan tentang keteguhan prinsip, komitmen kejuangan, kecakapan diplomatik yang terpatri dalam jiwa raganya dalam mengemban tugas risalah dan kepemimpinan. Dengan keluhurun akhlaknya mampu menampikan Islam dalam wajah yang utuh tidak hanya menjadikan Islam sebagai gerakan kultural melainkan juga mampu menampilkan gerakan strukturul yang berwibawa, bijaksana dalam mengambil segala bentuk keputusan. Sehingga kehadiran Islam yang dibawa Nabi Muhammad setelah mengalami masa (fatroh) kekosongan kenabian tidak hanya hadir sebagai agama yang mengurus ihwal urusan personal, tapi juga menjadi pilar penting bagi sistem sosial seperti yang diterapkan di Madinah.

Madinah yang menjadi pusat rujukan sistem sosial yang melampaui zaman secara etimologis dalam dirinya mengandung makna peradaban. Perubahan nama tersebut dari Yasrib menjadi Madinah adalah cerminan komitmen kuat dari umat Islam untuk mengubah dan mengekpresikan diri menjadi umat yang beradab dan berkemajuan yang menanamkan nilai-nilai keadaban dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Dalam kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Di Madinah mampu merumuskan konsep ukhuwah (persaudaraan) dalam menata kehidupan umat

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.