Faktor kesulitan lainnya yang harus diperhatikan adalah faktor SDM dan jumlah tenaga kerja, dengan lahan yang sangat luas, tidak mudah memobilisasi tenaga kerja, termasuk tempat tinggal dan kebutuhan makannya, perlu ada management di dalamnya.
Faktor lainnya adalah kesulitan dalam hal menyediakan bibit dalam jumlah yang sangat banyak, bibit singkong tidak ada dijual bebas, bibit singkong diambil dari hasil panen petani sebelumnya, bibit singkong tidak bisa bertahan lama. Pertanyaan sederhananya adalah apakah faktor bibit, apakah sudah tersedia ?
Food Estate sebuah cita-cita masa depan, bisa berhasil asal adanya perencanaan yang konfrehensif, sinergi dari berbagai pihak, dibutuhkan banyak keterampilan di dalamnya, bertani dengan tehnologi dan management modern, konsep Food Estate bukanlah cara bertani seperti yang dilakukan oleh petani yang ada tapi sebuah konsep pertanian modern dengan kolaborasi para sarjana di dalamnya, bukan hanya yang trampil budidaya tapi dibutuhkan sarjana tehnik dan bidang lainnya yang bertujuan membangun ketahanan pangan untuk masa depan bangsa dan negara.
Perlu Memasukan Gagasan Padi Gogo di dalam Konsep Food Estate, Sebuah varietas Padi yang ditanam di Lahan Kering
Secara umum sistem pertanian di Indonesia, khususnya yang menyangkut budidaya pertanian tanaman padi dapat dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu pertama adalah menanam padi di lahan yang memiliki air irigasi, yang kedua adalah menanam padi di lahan tadah hujan, menanam padi saat awal musim hujan, tanaman padi tadah hujan tetap membutuhkan genangan air dan yang ketiga adalah menanam padi di lahan kering seperti varietas padi gogo tapi tetap menanam padi saat awal musim hujan hanya saja tidak membutuhkan genangan air.
Saat ini sudah banyak varietas padi gogo unggul dengan umur pendek sekitar 90-95 hari, ditanam langsung ke lahan tanpa melakukan persemaian terlebih dahulu. Keunggulan varietas padi gogo adalah mengandung protein tinggi, lebih tinggi dari padi sawah termasuk juga mengandung zink, bisa berfungsi untuk mengurangi angka stunting bagi generasi anak-anak.
Dalam budidaya Padi Gogo tidak membutuhkan air irigasi, kebutuhan air cukup dari air hujan saja sehingga saat penanaman Padi Gogo harus dilakukan saat awal musim hujan. Umur tanaman juga pendek, tinggi tanaman tidak sampai 1 meter, potensi panen bisa ditingkatkan asal lahan yang sudah terbentuk ditanam beberapa kali, butuh panen 4-6 kali agar sisa jerami kembali ke lahan sebagai sumber bahan organik untuk kesuburan tanahnya.
Dalam menerapkan konsep Food Estate perlu ada improvment di dalamnya, mencari varietas seperti Padi Gogo, butuh budidaya sederhana, tapi harus tetap membutuhkan mesin dan tehnologi, era sekarang adalah era mesin, sehingga Food Estate harus menerapkannya.
Semoga Food Estate bisa sukses ke depannya, mental optimis harus dipertahankan, walau kesulitan ada dan akan selalu ada tapi semangat membangun harus tetap tumbuh, harus sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak untuk meraih cita-cita besar bangsa bahwa Indonesia harus maju pertaniannya, saat ini Indonesia sudah tertinggal jauh dari negara-negara tetangga, ketinggalan itu bisa dikejar dengan keberhasilan