Kabar Golkar

Kenaikan Harga Gabah Kuartal III Tahun 2023 Tertinggi Sejak 10 Tahun Terakhir

Oleh · · Opini

Gredit Photo / Istimewa
Gredit Photo / Istimewa

Beberapa Faktor yang Membuat Kenaikan Harga Gabah Sangat Tinggi

Faktor pertama karena adanya fenomena El Nino yang membuat curah hujan jauh lebih sedikit yang bisa berisiko terjadinya kekeringan. Dampaknya adalah akan terganggunya produktivitas gabah, diperkirakan produksi beras bisa turun tahun 2023, kisarannya sekitar 500 ribu ton sampai 1 juta ton beras.

Faktor kedua adalah adanya larangan ekspor beras India, dampak yang terjadi di dalam negaranya karena adanya gagal panen serta kenaikan harga 11 persen membuat India membuat kebijakan stop ekspor beras untuk mengantisipasi harga di dalam negeri. Kebijakan tersebut akan berdampak kepada harga beras global karena sekitar 40 persen beras global adalah berasal dari India. Demikuan juga Thailand dan Vietnam tentu juga akan mengurangi ekspor berasnya karena lebih mengutaman kebutuhan beras di negaranya.

Faktor ketiga adalah pemerintah memerintahkan Bulog untuk melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton untuk memenuhi kebutuhan beras nasional tapi baru masuk beras impor sebanyak 500.000 ton beras, sehingga stok beras yang ada belum sesuai yang diharapkan pemerintah.

Faktor keempat adalah Bulog mengalami kesulitan menyerap gabah hasil panen petani karena harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) saat ini sudah jauh di atas harga tetapan pemerintah, Bulog mampu menyerap gabah dengan harga Rp 5.000 per kilogram di tingkat petani dan Rp 5.100 per kilogram di tingkat penggilingan. Jika dengan harga gabah jauh di atas harga tetapan pemerintah maka Bulog tidak bisa melakukan membeli gabah dari petani. Stok cadangan beras pemerintah (CBP) Bulog akan selalu berkurang karena Bulog akan melakukan operasi pasar dan memberikan bantuan sosial.

Faktor kelima yang tidak bisa dipungkiri dan selalu dihadapi petani setiap tanam padi adalah semakin mahalnya biaya produksi, seperti sewa lahan, pengolahan lahan, pupuk, insektisida, herbisida, fungisida, benih, tenaga kerja dan biaya panen yang tentunya menambah biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk memproduksi gabah.