Adapun Bahlil Lahadalia sendiri, saat berpidato dalam penutupan Munas Partai Golkar, sudah terang benderang memberi penjelasan soal Pilkada 2024. Dihadapan Presiden Jokowi Presiden terpilih Prabowo Subianto, Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan, dan Ketua-Ketua Umum Parpol, Bahlil Lahadalia menegaskan, Partai Golkar memasang target menang minimal 60 persen dalam Pilkada 2024.
"Di depan mata, kita akan menghadapi Pilkada. Di dalam Munas, karena kemarin sudah dalam berbagai diskusi, perdebatan panjang, kita memasang target, dan setiap parpol pasti punya keinginan untuk bisa menang. Kami menargetkan, dalam Pilkada, agar bisa menang minimal 60 persen dalam kontestasi tersebut," tegas Bahlil Lahadalia, seraya meminta seluruh kader Partai Golkar, untuk bekerja keras, memenangkan calon kepala daerah yang didukung Partai Golkar.
Bahlil dalam pidato penutupan Munas Partai Golkar juga menegaskan, dirinya bersama pengurus kecil yang dibentuk, akan menuntaskan surat rekomendasi pencalonan kepala daerah sesegera mungkin. Sehingga, sebelum tanggal 27 Agustus 2024, Partai Golkar dapat menyelesaikan dokumen B.1. KWK yang siap didaftarkan ke KPU.
Bahkan, Bahlil juga menegaskan, bila tak ada halangan, Kamis ini (22/8), SK Kemenkum HAM (tentang kepengurusan DPP Partai Golkar), sudah selesai. Setelahnya, pengurus kecil yang dibentuk akan tidur di Slipi (kantor DPP Partai Golkar). Untuk menyelesaikan formulir atau dokumen B.1. KWK bagi bakal calon kepala daerah dan bakal calon wakil kepala daerah yang akan didaftarkan Partai Golkar kepada KPU.
Bukan itu saja, Bahlil Lahadalia dipengujung pidato, juga akan memperkuat peran DPD 1 Partai Golkar (pengurus provinsi), dalam proses pencalonan kepala daerah. Nanti, ketua-ketua DPD 1 , arus hadir untuk menyaksikan. Jadi, DPP hanya menyaksikan. Tapi yang memberikan untuk DPD II (pengurus kabupaten/kota) itu nanti adalah DPD I. Supaya kita kembalikan dan kita perkuat marwah DPD 1," tegas Bahlil Lahadalia
Terakhir, Bahlil Lahadalia juga bertanya kepada peserta Rapimnas dan Munas XI Partai Golkar, apakah siap berjuang memenangkan Pilkada? Setelah semua kader menyatakan siap, Bahlil pun menutup pembahasan soal pilkada dengan mengatakan, kalau sudah begitu, terus mau takut apa? Bahlil memang fenomenal. Mazhabnya adalah kompetisi. Ia telah mencatat sejarah gemilang sebagai ketua Golkar pertama setelah reformasi yang berusia di bawah 50 tahun.
Dan, Pilkada 2024 adalah ujian pertama kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar. Apakah, Bahlil bersama kepengurusan baru DPP Partai Golkar yang diusulkan Bahlil tak lebih dari seratus orang, sanggup mengulang sukses Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto yang memenangkan Pileg dan Pilpres?
Atau jangan-jangan, setelah dipimpin Bahlil, tak lagi masuk barang tuh? He he.