Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ayaz Ata dan Sinterklas: Jejak Mitologi Turki dalam Tradisi Barat
  Adi   26 Desember 2024
Yollanda Vusvita Sari, M.Pd Dosen IBI Kosgoro 1957 dan Wakil Ketua AMPI Turki
Nardugan merupakan bagian dari perayaan titik balik matahari musim dingin yang dirayakan masyarakat pagan di Eropa, Asia Tengah dan Siberia. Kepercayaan ini juga dirayakan sebagai Dionysus di Yunani Kuno dan Saturnalia di Romawi Kuno. Muazzez Çığ menyebutkan bahwa ada kesamaan antara Nardugan dengan Natal, bahwa tradisi menghias pohon Malam Tahun Baru diwariskan dari mitologi Turki ke agama Kristen.

 

Ketika bangsa Turki tinggal di Asia Tengah hidup sebagai masyarakat nomaden dan tidak membangun kehidupan yang menetap. Mereka hidup dalam ritual yang kuat dalam kepercayaan sebelum menerima agama Islam. Matahari memegang tempat yang penting dalam kehidupan tradisional bangsa Turki. Selama perayaan Nardugan, ritual dan doa khusus dipanjatkan kepada Dewa Ulgen dan berbagai ornamen kain berwarna diikatkan pada pohon pinus putih untuk pemenuhan keinginan. Tradisi ini dikenal sebagai “Pohon Kehidupan” karena tidak menggugurkan daunnya bahkan di musim dingin dan tetap hidup sepanjang musim. Sementara itu, di banyak negara pohon Natal secara tradisional dihias untuk menyambut tahun baru dan kepercayaan kepada Sinterklas yang membawa hadiah.

 

Hubungan lainnya antara Natal dengan Nardugan adalah adanya rusa kutub Sagun yang berasal dari Asia Tengah. Ayaz Ata menaiki kereta luncur yang ditarik oleh rusa kutub ini sama dengan penggunaan rusa kutub Sinterklas yang menjadi simbol dalam dunia Kristen. Kemungkinan hubungan antara Ayaz Ata dan Sinterklas memungkinkan jika dilihat dari lintasan sejarah budaya. Ketika bangsa Turki mulai berinteraksi dengan budaya Kristen Bizantium melalui perdagangan dan peperangan, tradisi ini turut mempengaruhi perkembangan legenda Sinterklas di Eropa. Apalagi, kisah tentang Sinterklas awalnya terinspirasi oleh figur historis Santo Nikolas, seorang uskup di Myra (kini wilayah Turki). Perpaduan budaya ini berpotensi menyerap unsur dari mitologi lokal, termasuk dari sosok Ayaz Ata.

 

*Santo Nikolas Sang Uskup Myra*

Turki memiliki signifikansi historis sebagai wilayah asal Santo Nikolas yang dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam tradisi Natal di dunia Barat. Santo Nikolas lahir di kota Patara yang terletak di wilayah Lycia (sekarang bagian Turki modern), pada abad ke-3 Masehi. Saat muda dia bepergian ke Palestina dan Mesir, kemudian menjadi Uskup Myra, sebuah kota kuno yang kini dikenal sebagai Demre di Provinsi Antalya, Turki. Santo Nikolas terkenal karena kedermawanannya, terutama kepada anak-anak dan mereka yang membutuhkan. Warisannya sebagai seorang pelindung anak-anak, pelaut, dan orang miskin menjadikannya tokoh yang sangat dihormati dalam Kekristenan. Setelah kematiannya, reputasi Santo Nikolas menyebar ke berbagai belahan dunia Kristen.

 

Reputasi Santo Nikolas memunculkan legenda tentang mukjizat yang ia lakukan untuk orang miskin. Ia dikabarkan telah memberikan hadiah berupa emas kepada tiga gadis yang jika tidak diberikan emas akan dipaksa jatuh dalam pelacuran karena kemiskinan. Santo Nikolas juga dikisahkan telah menghidupkan kembali tiga anak kecil yang telah mati dipotong-potong oleh seorang tukang daging dan dimasukkan ke dalam bak air garam. Santo Nikolas juga pernah dipenjara dan disiksa selama masa penganiayaan terhadap umat Kristen oleh Kaisar Romawi Diocletian tetapi dibebaskan di bawah pemerintahan Kaisar Konstantinus Agung. Ia dipercaya menghadiri Konsili Nicea pertama pada tahun 325, di mana ia diduga berdebat dengan pemimpin sekte Unitarian Arius.

 

Tradisi perayaan hari Santo Nikolas yang jatuh pada 6 Desember berkembang di Eropa, khususnya di Belanda dan Jerman. Dari sini, citra Santo Nikolas mulai

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.