Kerugian kedua dengan keterbatasan pembeli gabah lokal membuat petani khawatir stok gabah di wilayah lokal menjadi menumpuk. Jika penggilingan lokal tidak mampu menyerap seluruh hasil panen dengan cepat maka harga gabah di tingkat petani dan kwalitas gabah akan turun.
Kerugian ketiga adalah biaya budidaya tinggi, di tengah naiknya harga pupuk, pestisida dan tenaga kerja, menjual gabah ke luar daerah menjadi strategi petani untuk menutup modal dan mendapatkan keuntungan lebih besar dengan menjual gabah ke Pulau Jawa, saat ini harga gabah di Pulau Jawa mendekati 8.000 per kilogram, sementara pembeli lokal hanya mampu membeli dengan harga 6.500 per kilogram.
Potensi Kerugian Petani Padi
Kerugian petani padi dengan adanya selisih harga jual gabah di Provinsi Lampung 6.500 per kilogram dengan di Pulau Jawa mendekati harga 8.000 per kilogram maka potensi kerugian petani padi di Lampung cukup besar, antara 1 juta sampai 1,5 juta per ton.
Penulis :
Tonny Saritua Purba
- Pokja Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar
- Ketua Bidang Tani dan Nelayan Depinas SOKSI