kabargolkar.com - Rapat kerja berujung cekcok antara Dirut PT Inalum Oerias Petrus Moedak dengan anggota komisi VII DPR RI Fraksi Demokrat Muhammad Nasir patut disayangkan.
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar H. Rudy Mas'ud, SE (HARUM) mengatakan, bahwa Nasir tidak bermaksud mengusir Oerias dalam rapat tersebut. Namun, dia hanya sedikit kecewa dengan tingkah polah Oerias yang seakan-akan meremehkan anggota dewan saat rapat.
“Sebenarnya, kemarin tidak diusir keluar, tapi memang ini adalah rapat dengar pendapat, seyogyanya memang mitra yang diundang, itu mendengarkan bukan menjadi sahut menyahut dengan seluruh teman-teman termasuk pimpinan, yang ada di komisi VII,” kata HARUM, Rabu (1/7).
HARUM menyebutkan, tujuan RDP kemarin adalah menjalankan tugas konstitusi DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah yang juga memiliki fungsi budgeting. Seharusnya, kata HARUM, Oerias lebih bisa menahan emosi saat rapat bersama anggota dewan.
“Menurut saya memang harus sedikit menahan, kami dari Komisi VII nanti akan memberikan kembali tata cara, bagaimana kita melaksanakan tatib rapat dengar pendapat bukan saja di Komisi VII tapi di Senayan ini,” kata HARUM yang juga merupakan Ketua DPD I Golkar Kaltim.
HARUM menambahkan anggota dewan di Senayan, merupakan perwakilan lembaga tinggi negara. Sehingga menurutnya, wajar jika seluruh anggota dewan untuk mempertanyakan kinerja pemerintah.
“Wajar kalau seluruh teman-teman ini, untuk menjalankan fungsi legislasi itu, mempertanyakan dan menurut saya tidak ada yang salah dengan teman-teman kami di sini, yang benar adalah Pak Petrus wajib memberikan data yang detil,” paparnya.
Selain itu, kata HARUM, tidak sepantasnya Dirut Inalum tersebut menyahut pernyataan keras Nasir ketika memintanya keluar dari ruangan rapat. Tapi, lebih kepada menahan diri untuk tidak menanggapi dan lebih memberikan data yang lengkap.
“Kedua memang tidak sepantasnya dia bilang mau keluar, saya mau keluar, dalam rapat itu tidak pantas," pungkas legislator dari dapil Kaltim ini.