Kabargolkar.com - Terkait data Kementerian Sosial per Mei 2021 menunjukan ada sekitar 44.000 anak yatim piatu yang tinggal di panti sosial anak dan sekitar 20.000 anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang telah menjanjikan akan memberikan pengasuhan terhadap anak yang ditinggal oleh orang tua dan statusnya sebagai karyawan atau buruh ditempat para pihak tersebut.
“Selanjutnya segera melakukan penanganan komprehensif jangka panjang melalui program reunifikasi dan rehabilitasi sosial agar anak bisa mendapatkan pengasuhan alternatif berbasis keluarga, dengan terlebih dahulu memastikan kelayakan calon keluarga yang dipilih,” kata Bamsoet, Jumat (3/9/2021).
Bamsoet meminta pemerintah Pusat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan verifikasi dan menuntaskan pendataan anak yang kehilangan orangtua akibat pandemi, diharapkan agar tidak hanya segelintir anak saja yang mendapatkan perlindungan.
“Mengingat, seluruh anak berhak dilindungi oleh negara dan mendapatkan hak lainnya yang sifatnya fundamental, seperti hak pendidikan, kesehatan, pengasuhan dan hiburan,” tambahnya.
Selain itu, Bamsoet meminta pemerintah pusat untuk segera menyiapkan alur ataupun pelaporan secara sistematis dan berjenjang mengenai data anak yang kehilangan orangtua akibat pandemi, mulai dari tingkat RT/RW sampai ke pemerintah daerah dan pusat. Sehingga anak-anak tersebut dapat terdata secara menyeluruh.
“Komitmen pemerintah agar terus melakukan tata kelola pendampingan anak yatim piatu akibat pandemi Covid-19 secara konprehensif, dan memperbaiki tata kelola yang ada dan dianggap perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini,” pungkasnya.(senayanpost.com)