kabargolkar.com - 80 juta anak Indonesia menurut data tahun 2018 termasuk kelompok yang rentan dalam wabah Covid19 ini. Aktivitas normalnya terganggu selama wabah Covid19 ini, sudah 3 bulan mengalami dan menjalankan pembatasan, belajar di rumah, main di rumah dan menghabiskan waktu mereka di rumah kehilangan kesempatan bersosialisasi.
Wabah Covid19 juga menimbulkan krisis ekonomi yang mengurangi pendapatan rumah tangga yang bisa menimbulkan kerawanan asupan gizi anak-anak. Akses terhadap layanan kesehatan juga menurun.
Situasi ini dikhawatirkan memperparah angka busung lapar (stunting) pada anak-anak.
Tanpa wabah kondisi kesehatan anak-anak Indonesia menghadapi berbagai masalah penyakit menular, diare, demam berdarah, difteri, TBC dan infeksi saluran pernapasan akut masih membayangi anak-anak Indonesia.
Layanan kesehatan yang menurun akibat wabah ini otomatis membuat orangtua sekarang berkurang mengakses layanan kesehatan untuk anak-anaknya. Misalnya tutupnya layanan Posyandu, mengurangi kontrol orangtua terhadap kesehatan balita.
Krisis ekonomi yang menerpa rakyat lapisan bawah berpenghasilan rendah menambah turunnya kualitas pengasuhan kesehatan bagi balita dan anak-anak.
Informasi dan pengetahuan warga perlu ditingkatkan dari berbagai tingkatan agar tetap memperhatikan pola pengasuhan kesehatan anak selain tetap menjaga dari penularan Covid19.
Layanan kesehatan dasar perlu terus dilaksanakan dengan penyesuaian cara dan prakteknya agar anak-anak tetap bisa tumbuh sehat. Struktur RT, RW mesti diaktifkan untuk memantau kondisi kesehatan keluarga khususnya balita dan anak-anak di wilayahnya. Realokasi anggaran, misalnya dana desa bisa digunakan untuk program layanan kesehatan dasar dan pendidikan agar kualitas hidup anak tidak terlalu turun drastis ditengah wabah.
Layanan imunisasi lengkap dasar pun mengalami penurunan, pada April 2020 hanya 21,2% apabila dibandingkan dengan April 2019 yang mencapai 25,9%.
Layanan kesehatan yang tidak bisa dilaksanakan dengan jarak jauh atau online seperti imunisasi harus terus dilakukan dengan layanan bergerak door to door.