Kabargolkar.com - Terkait dengan gugurnya 4 orang anggota TNI-AD pada Kamis (2/9/2021) sekitar pukul 04:00 WIT akibat serangan yang dilakukan oleh gerombolan separatis teroris di Posramil Kisor distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat Papua Barat, Bupati Maybrat Bernard Sagrim langsung menggelar keterangan pers.
"Atas nama seluruh pemangku kepentingan dan warga masyarakat, kami menyatakan keprihatinan dan berduka cita atas gugurnya para prajurit TNI kusuma bangsa. Semoga pengabdian kepada negara dan masyarakat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman," ungkap Bernard melalui keterangan pers, Jumat (3/9/2021).
Lebih lanjut Bernard yang menjabat sebagai Bupati Maybrat senjak 22 Agustus 2017 silam menyatakan bahwa para prajurit Satgas teritorial Koramil Kisor distrik Aifat Selatan selama ini telah melakukan tugasnya dengan baik. "Bahkan sekitar 1-2 bulan lalu atas koordinasi dari Dandim 011-89, kami melakukan kegiatan bakti sosial yang melibatkan masyarakat," jelas Bernard.
Masyarakat kala itu papar Bernard terlihat antusias dan mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh TNI di wilayah setempat, namun peristiwa gugurnya 4 prajurit TNI benar-benar terjadi di luar kemampuannya dan dirinya tidak menduga peristiwa ini bisa terjadi.
"Bagaimanapun jua kejadian memilukan seperti ini jika ditelusuri berdasarkan sejarah dari tempo dulu hingga saat ini tidak pernah terjadi pembantaian yang begitu sadis di Kabupaten Maybrat. Kami sangat prihatin dan kami sangat sedih melihat kejadian ini," sesal Bernard Sagrim yang berasal dari Ayamaru, Irian Barat.
"Saya tidak berhak mengutuk mereka, namun saya mengecam bahwa tindakan pembantaian yang dilakukan seharusnya bukanlah tindakan yang dilakukan oleh manusia. Hewan saja memiliki rasa belas kasihan pada anaknya dan sekali lagi kami tegaskan warga Maybrat tidak pernah melakukan tindakan sekeji ini," sesal Bernard.
Bernard juga berkali-kali menyesalkan pembantaian yang terjadi terhadap 4 orang anggota TNI mengingat selama ini warga Maybrat belum pernah terlibat kejadian yang sangat memilukan seperti ini.
Lebih lanjut Bernard Sagrim meminta kepada para pelaku pembantaian untuk menemuinya dan menyerahkan diri dengan kesadaran diri sendiri.
"Ke manapun pelaku melarikan diri pasti akan dikejar-kejar oleh kesalahannya sendiri. Bagi para pelaku, segeralah keluar dari tempat persembunyian dan menjalankan proses hukum," tandasnya.
Secara pribadi Bernard juga turut mengungkapkan duka cita atas insiden penyerangan tersebut. Bernard meminta kepada semua pihak untuk berkonsolidasi pasca penyerangan tersebut. (Beritasatu)