Kabargolkar.com - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia bicara soal kerugian jika sebuah wilayah dipimpin oleh pelaksana tugas atau pemimpin tidak definitif.
Hal tersebut berkaca pada Pilgub DKI yang akan dimundurkan pada 2024, di mana berbarengan dengan Pilpres dan Pileg.
"Kewenangan tentu berbeda, legitimasi pasti akan berpengaruh secara psikologis, baik yang dipimpin maupun memimpin," kata Doli kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).
Terlebih, ditambahkan politisi Golkar itu, jika pelaksana tugas tersebut memimpin dengan suasana krisis pandemi seperti sekarang.
"Saya kira itu nanti yang membedakan. Belum nanti menghadapi DPR, parpol, itu yang tadi saya katakan akan mempengaruhi legitimasi politik yang memimpin maupun yang dipimpin," katanya.
Pengalaman itulah yang menurut Doli akan menjadi tantangan bagi pelaksana tugas jika dibanding pemimpin definitif seperti walikota bupati hingga gubernur.
"Kalau dia tidak pintar, mungkin dia belum terbiasa menghadapi suasana politik di DPR dan segala macam itu akan memengaruhi keputusan yang penting dalan menjalankan roda pemerintahan itu," pungkas Doli. (tribunnews)