kabargolkar.com, SURABAYA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Sahat Tua SImanjuntak mengapresiasi silahturahmi mantan plh sekdaprov Heru Tjanjono dan Pj Sekadprov Jatim baru Wahid Wahyudi, sehingga membuat tradisi baru birokrasi beretika di lingkungan Pemprov Jatim, khususnya dalam mengakhiri jabatan dibudayakan serah terima jabatan dan memperkenalkan penggantinya.
Sahat Tua Simanjuntak menambahkan silaturrahim Pj Sekdaprov Jatim yang baru dilantik dengan pimpinan DPRD Jatim ini merupakan langkah yang baik untuk mensinergikan tugas antara Pemprov dengan legislatif.
“Apalagi, kedatangan Pak Heru Tjahjono mengantarkan Pak Wahid Wahyudi juga atas seizin Ibu gubernur dalam rangka untuk menyambungkan komunikasi supaya apa yang dilakukan selama ini bisa diteruskan dan terjadi komunikasi yang baik untuk tugas-tugas berikutnya,” kata politikus Partai Golkar itu, Jumat (14/1/2022).
Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim juga mengaku dalam pertemuan tersebut sempat menyinggung soal pengisian Sekdaprov definitif yang perlu disegerakan. Mengingat, masa jabatan Pj hanya 3 bulan dan dapat diperpanjang 3 bulan lagi oleh gubernur setelah berkonsultasi dengan Mendagri.
“Saya pikir keberadaan sekdaprov definitif itu sangat penting agar seluruh kebijakan yang sudah diputuskan bersama antara eksekutif dan legislatif ada komandan pengendalinya. Kalau masih Pj terus tentu punya keterbatasan dalam melaksanakan tugas-tugasnya,” terang Sahat.
Soal saran kepada Pj Sekdaprov yang baru, kata Sahat, pihaknya hanya berharap apa yang sudah baik selama ini, khususnya komunikasi antara Indrapura dan Pahlawan bisa tetap dipertahankan.
“Saya yakin Pak Wahid mampu melakukan itu, karena Pak Wahid juga pejabat yang cukup senior di pemprov dan komunikasinya dengan dewan selaku kepala dinas pendidikan maupun sebelumnya di Dinas Perhubungan juga cukup baik. Saya pikir tidak ada kendala Pak Wahid melakukan komunikasi dengan DPRD Jatim,” pungkasnya.