Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Khawatirkan ada Kelompok Importir Memanfaatkan Kenaikan Harga Kedelai
  Nyoman Suardhika   23 Februari 2022
Credit Photo / Greeners.co

Kabargolkar.com - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo buka suara terkait kenaikan dan langkanya kacang kedelai, sebagai bahan untuk membuat tahu dan tempe.

Diketahui, saat ini para pedagang tempe dan tahu telah meniatkan diri untuk melakukan aksi mogok lantaran mahal dan susah mendapatkan kacang kedelai.

Politikus Partai Golkar itu berharap para pengrajin tahu dan tempe tidak mogok massal.

Menurut Firman, hal tersebut bukanlah jalan keluar untuk mengantisipasi kenaikan kedelai itu.

"Saya sampaikan bahwa perajin tahu tempe mogok itu bukan salah satu jalan keluar. Karena persoalan harga kedelai yang mengalami kenaikan fluktuatif yang cukup tinggi itukan ada beberapa penyebab," kata Firman saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/2/2022).

Firman lantas meminta pemerintah untuk membuat strategi jangka pendek, dalam mengatasi kelangkaan kacang kedelai.

"Jalan mogok bukan jalan keluar, yang ada sekarang Pemerintah kita desak untuk bagaimana mengatasi jangka pendeknya," pintanya.

Menurut Firman, selama kedelai mengalami fluktuatif harga karena di negara sentra produksi mengalami problem, pasti hilirnya mengalami hal yang sama.

"Karena sekarang ini, kalau terjadi gejolak jalan pintas pasti impor ini tidak menyelesaikan masalah, karena masalah kedelai naik bukan hanya sekali atau dua kali ini saja hampir setiap tahun terjadi," tegasnya.

Firman menilai, kenaikan harga kedelai dengan rencana aksi mogok oleh pengrajin tahu tempe bisa dimanfaatkan para importir untuk mencari keuntungan sehingga bisa menimbulkan gejolak harga.

"Oleh karena itu saya menyarankan agar tidak usah demo dan mengurungkan niatnya, malah saya khawatirkan ada kelompok-kelompok importir memanfaatkan ini supaya harga apapun impor saja. Karena ini akan terjadi gejolak harga," bebernya.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini pun menyarankan kepada pengrajin tahu tempe untuk melakukan improvisasi atau memanipulasi besaran ukuran tempe.

"Saya sarankan dimanipulasi saja kalau dulu besaran tempe 50 gram diturunkan menjadi 35 atau 30 gram atau 40 gram itu bisa jadi pertimbangan agar psikologis mereka terjamin," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, para perajin tahu dan tempe di ibu kota yang tergabung dalam Puskopti DKI Jakarta berencana mogok produksi dan berjualan mulai 21 hingga 23 Februari 2022. Rencana tersebut tak lepas dari harga kedelai yang naik.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.