Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Soroti Persaingan Harga Importir, Golkar Sedih Petani Kedelai Lokal Tak Dapat Subsidi dari Pemerintah
  Nyoman Suardhika   30 Januari 2023
Gredit Photo / Facebook

Kabargolkar.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) DEPINAS SOKSI Firman Soebagyo menegaskan, para petani kedelai di Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan harga importir, jika pemerintah Indonesia tetap acuh dan tak memberikan subsidi baik pupuk maupun bahan baku.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini berharap pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), agar tak memberikan angin segar kelada para importir kedelai.

"Kenapa petani tidak mau menanam kedelai? Karena memang setiap panen selalu terjadi persaingan tidak sehat karena adanya impor, dan harga kedelai petani tidak akan mampu bersaing dengan harga dari importir," kata Firman dalam keterangan persnya, Minggu (29/1/2023).

Sudah saatnya, kata anggota Komisi IV DPR ini, pemerintah mencarikan solusi yang baik dan bijak untuk para petani kedelai di Indonesia.

"Jangan pemerintah mensubsidi pengusaha importir dengan dalih stabilisasi harga ini benar-benar, itu jelas kebijakan yang aneh. Dan sampai kapanpun petani kita tidak akan bisa mampu bersaing dengan kedelai impor kalau pemerintah tidak membuat kebijakan berpihak kepada petani lokal," tegas Firman.

"Apalagi, petani di luar negeri seperti Amerika sudah menggunakan teknologi moderen lebih efesien tingkat produksinya dan lebih terjamin. Jadi tidak mungkin petani kita maish konvensional seperti ini mampu bersaing," sambungnya.

Oleh karena itu, Waketum Partai Golkar ini menegaskan, segeralah pemerintah memberikan subsidi yang layak kepada petani, dan bukan ke importir.

"Nah justru kita balik bertanya ada agenda apa Mendag ini kan? Bahkan pengalaman di Komisi IV melihat kegagalan kebijakan kementan kepada importir bawang putih diberi kewajiban untuk menanam saja itu juga gagal tidak berjalan dengan baik," ungkap Firman.

"Mereka hanya menyerahkan uang kepada petani selajutnya terserah petani mau dipakai apa uangnya?! Karena tidak ada pendmpingan dan pengawasan dari pemeritah dan importir akhirnya tidak tercapai tujuannya," lanjut anggota Baleg DPR ini.

Lebih lanjut, Firman menuturkan, Komisi IV DPR sangat tidak setuju subsidi diberikan kepada pengusaha impor kedelai.

"Itu akan menimbulkan kecemburuan sosial sangat luar biasa fan masalah baru .Dan apabila memang pemerintah berniat melakukan subsidi ya priortitaskan rakyat atau petani supaya bersemangat memproduksi kedelai sebesar-besarnya," tutup Ketua Umum IKKP ini.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengusulkan perubahan skema subsidi kedelai, dengan memberikan langsung ke importir.
"Pengusaha ini aset, kita harus dukung. Pengusaha kalau bisa efisien, harga kedelai akan menjadi lebih bagus. Saya sudah mengusulkan agar subsidi berupa harga diberikan langsung kepada importir," jelas Zulhas.

Zulhas mengatakan 56 ribu ton kedelai bakal segera membanjiri pasar agar para produsen tahu tempe dan produk olahan kedelai mendapatkan bahan baku dengan harga terjangkau. Ia juga berharap harga kedelai segera turun menjelang puasa dan lebaran 2023.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.