Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Ferdiansyah mengatakan, Kurikulum Merdeka yang bakal diterapkan oleh Kemendikbudriste tidak boleh dipaksakan.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar di MPR RI ini menilai, masih banyak pemangku kepentingan atau pihak terkait yang masih gamang atau bingung terhadap rencana kurikulum tersebut.
"Sehingga Kurikulum Merdeka ini tidak boleh dipaksakan dan diimplementasikan. Bila dipaksakan hal demikian tidak baik, tidak elok," ujar Ferdiansyah dalam keterangan persnya, Selasa (19/7/2022).
Pernyataaj Ferdiansyah sebelumnya jiga pernah diucapkannya, saat mengisi acara diskusi Ngopi Seksi yang mengangkat tema 'Wajibkah Kurikulum Merdeka Diimplementasikan pada Tahun Ajaran Baru?', Minggu (17/7/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Ferdiansyah menyebut banyak catatan mengapa implementasi Kurikulum Merdeka tidak boleh dipaksakan.
Oleh karena itu, anggota Komisi X DPR RI ini mengimbau kepada semua pihak agar melaporkan kepada komisinya, apabila ada tindakan yang sifatnya memaksakan sesuatu dalam dunia pendidikan.
"DPR yang akan mengawasi," tegasnya.
Tak sampai disitu, Ferdiansyah menjelaskan, langkah tersebut berdasarkan kesepakatan rapat yang digelar di DPR.
Keputusan ini diambil lantaran DPR sudah tahu kondisi di lapangan serta memperoleh informasi saat rapat dengar pendapat umum dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.
"Juga berdasarkan informasi dan temuan di lapangan," ungkapnya.
Oleh karena itu, DPR menetapkan implementasi Kurikulum Merdeka tidak boleh dipaksakan di tahun ajaran baru.
Ferdiansyah menuturkan klasifikasi Kurikulum Merdeka terbagi menjadi 3. Klasifikasi yang ada ini diakuinya masih membuat sejumlah pemangku kepentingan kebingungan. Karena itu, ia meminta masalah ini segera diklarifikasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek.
"Supaya tidak menimbulkan kegaduhan," tuturnya.
Ia menambahkan bahan ajar bagi siswa dan guru juga telat sampai dan belum sempurna.
Ferdiansyah mengatakan dirinya tidak alergi dengan yang namanya perubahan. Namun, ia menegaskan perubahan yang dilakukan harus dipersiapkan dengan baik terlebih dahulu. Menurutnya, hal ini sangatlah penting agar guru dan siswa tidak menjadi korban.
"Korban mungkin tidak terlihat sekarang tetapi akan terlihat pada masa yang akan datang," ucapnya.
Ia juga mengingatkan perubahan kurikulum harus dilakukan secara matang, perlahan tapi pasti dengan tingkat presisi yang lebih baik.
"Perubahan kurikulum tidak bisa dilakukan cepat-cepat," imbuhnya.
Kurikulum Merdeka, lanjut Ferdiansyah, juga membutuhkan anggaran yang hingga saat ini belum terjawab.
Ia menegaskan bila kurikulum ini hendak diimplementasikan, maka harus mendapat anggaran yang sesuai.
"Bila anggaran tidak sesuai membuat gagal," tutupnya.