Kabargolkar.com - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Dave Akbarshah Fikarno atau akrab disapa Dave Laksono mengatakan, isu radikalisme di Indonesia selalu berjalan dan dipolitisasi tokoh-tokoh untuk meramaikan situasi.
“Kalau misalnya kita tidak hati-hati menjaga kestabilan dan keharmonisan bangsa, isu-isu tersebut bisa sangat berbahaya,” ujar Legilstor Muda Golkar ini dalam acara Local Leader yang ditayangkan di kanal YouTube G24 Channel, Kamis (22/9/2022).
Oleh karenanya, kata Dave, DPR dan pemerintah perlu membuat pilar-pilar, sosialisasi, dan tindakan penegakan hukum untuk mengatasi isu tersebut.
"Pendekatan yang harus dilakukan lebih kepada pembersihan pemikiran, sehingga mereka bisa sadar kembali. Kalau pendekatannya hanya secara militeristik atau kekerasan, tidak akan menyelesaikan apa-apa dan justru memperburuk keadaan atau memperdalam luka tersebut," ungkap Dave.
Pasalnya, jelas Dave, radikalisme disebabkan faktor ekonomi, keputusasaan atau kehilangan harapan atas sesuatu, dan kekosongan jiwa.
“Hal yang lebih utama karena tidak memiliki identitas dan ideologi negara sendiri sehingga dapat dengan mudah terhasut untuk masuk ke perbuatan-perbuatan yang salah,” katanya.
Dave mencontohkan, para kombatan di Suriah atau Irak sekarang ini banyak yang berasal dari keluarga berkecukupan atau kaya.
“Memang dasarnya jiwanya kosong, mungkin hidupnya foya-foya atau tidak memiliki identitas yang kuat terhadap negara. Begitu mereka terekspos sebuah keyakinan yang dianggap jalan menuju keselamatan, akhirnya mereka melakukan hal-hal tersebut,” jelasnya.
Selain mendorong program deradikalisasi, wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII (Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cirebon) itu juga meminta pemerintah mendekati kelompok-kelompok masyarakat yang mudah terekspos.
Kemudian, pemerintah juga diminta mengejar pihak yang menjadi gembong gerakan radikalisme, seperti ketika menangani penyebaran narkoba, prostitusi, atau judi.
“Bila yang dikejar itu bandar-bandar kecil, atasnya masih berkeliaran. Strukturnya ada kesamaan. Nah, yang harus diberantas adalah sumber penyebaran ideologi tersebut,” terangnya.
Dave menegaskan, pemerintah tidak bisa hanya menyelesaikan masalah radikalisme di satu sisi, tapi juga harus multisektoral dan berkesinambungan. (tribunnews.com)