Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Soroti Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Hamka B. Kady Desak Percepatan Penanganan Perlintasan Sebidang dan Penguatan Sistem Keselamatan
  Muzaki   29 April 2026
Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady

Jakarta, 28 April 2026 - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Hamka B. Kady menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, yang mengakibatkan korban jiwa dan puluhan orang luka-luka. Ia menegaskan bahwa keselamatan transportasi harus menjadi prioritas utama, terutama dalam penanganan perlintasan sebidang yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.

Peristiwa nahas tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya dengan Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.55 WIB, Senin, (27/4/26). Insiden diduga bermula dari pelanggaran di perlintasan sebidang Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 85 sisi barat stasiun, ketika sebuah mobil taksi nekat melintas tanpa memperhatikan keselamatan dan tertemper kereta.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian Commuter Line yang berada di jalur terpaksa berhenti lebih lama untuk memastikan kondisi aman. Namun, dalam waktu berdekatan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kemudian menabrak rangkaian kereta di depannya, sehingga memicu kecelakaan yang lebih besar.

“Perlintasan sebidang ini sudah lama menjadi perhatian kami. Menuntaskan ribuan titik rawan di seluruh Indonesia adalah hal yang mendesak dan tidak bisa ditunda lagi,” ujar Hamka, Selasa (28/4/26).

Ia menilai, faktor ketidakdisiplinan pengguna jalan serta minimnya sistem pengamanan di sejumlah titik menjadi pemicu utama kecelakaan. Karena itu, Hamka mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari pemasangan rambu yang memadai, peningkatan sistem pengamanan, hingga percepatan pembangunan flyover dan underpass guna mengurangi perlintasan sebidang.

“Ini adalah pekerjaan rumah bersama. Keselamatan masyarakat tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Selain itu, Hamka juga mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan objektif guna memastikan penyebab pasti kecelakaan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan ke depan.

“Investigasi harus dilakukan secara komprehensif agar kita mendapatkan akar masalah yang jelas dan bisa mencegah kejadian serupa terulang,” lanjutnya.

Ia turut menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga antara Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum dalam membenahi persoalan ini secara sistematis dan berkelanjutan.

Berdasarkan data terbaru pada Selasa pagi, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Para korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.

Penanganan dilakukan di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Hamka berharap, tragedi ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mempercepat pembenahan perlintasan sebidang secara menyeluruh, sekaligus memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional demi melindungi masyarakat. 

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.