Kabargolkar.com - Memasuki musim penghujan dan curah hujan tinggi, banyak gedung sekolah di Indonesia, khususnya di daerah pelosok mengalami kebanjiran hingga roboh.
Legislator asal Garut dan Tasikmalaya Ferdiansyah langsung angkat bicara mengenai persoalan tersebut. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar ini mencontohkan fakta, kondisi sekolah di SMPN 7 Gorontalo.
Ferdiansyah mengatakan, setiap tahun sebanyak 3 sampai 4 kali sekolah itu mengalami kebanjiran.
Hal tersebut sangat meresahkan sebab akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar di institusi pendidikan itu.
"Kami mengunjungi beberapa sekolah, salah satunya SMPN 7 Gorontalo. Kami melihat keceriaan para siswa yang sudah dapat kembali ke sekolah setelah beberapa lama belajar secara online karena Pandemi. Namun demikian ada beberapa hal yang membuat kami prihatin. Salah satunya terkait kondisi sekolah yang selalu mengalami kebanjiran," kata Ferdiansyah dalam keterangan persnya, Minggu (30/10/2022).
Tidak tanggung-tanggung, kata Ferdiansyah, kepala sekolah SMPN 7 Gorontalo itu mengaku banjir yang dialami sekolahnya bisa mencapai lebih dari 1 meter.
"Bahkan tidak jarang air masuk ruang kelas. Tentu hal itu sangat meresahkan. Pasalnya, jika banjir surut akan meninggalkan bekas tersendiri. Bahkan genangan air di depan kelas pun masih ada," ujarnya.
Dalam kesempatan itu Kepala sekolah SMPN 7 Gorontalo tersebut minta dukungan DPR RI agar diknas Gorontalo bisa mengucurkan bantuan anggaran untuk revitalisasi sekolah tersebut.
Menanggapi hal tersebut Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan pihaknya tentu akan mendukung mencarikan solusi atas permasalahan tersebut.
Termasuk dukungan revitalisasi. Namun hal tersebut tentunya harus lebih dahulu dilihat nomenklatur anggarannya. Jangan sampai melanggar aturan.
"Selain itu, Kalau memang sekolah tersebut terus-terusan kebanjiran, kami malah menyarankan untuk pindah lokasi sekolah. Meski untuk hal itu harus lebih dahulu dilihat apakah diknas dan pemerintah Gorontalo memiliki lahan yang cukup, serta sarana dan prasa," tutupnya.