Ia menambahkan, atas temuan ini dapat dijadikan pembelajaran untuk proyek pembangunan apapun di Kota Mojokerto. Ia berharap, dinas terkait ataupun rekanan proyek dapat menyelesaikan sesuai dengan komitmen dan perencanaanya.
“Harusnya begitu (jadi pembelajaran). Tidak dilaksanakan setengah-setengah. Kalau sudah jadi komitmen, apapun yang terjadi harus bisa selesai,” pungkasnya.