Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Legislator Golkar Ini Wanti-Wanti Kasus Stunting di Indonesia Tak Menurun di Tahun Mendatang
  Nyoman Suardhika   21 Desember 2022
Gredit Photo / Facebook

Kabargolkar.com - Legislator asal Sumatera Barat, Darul Siska mewanti-wanti kasus stunting di Indonesia tak kunjung menurun secara signifikan, di tahun-tahun mendatang.

Jika persoalan stunting tak segera diselesaikan secara serius oleh pemerintah pusat dan daerah, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini khawatir, target generasi emas pada tahun 2045 tidak tercapai.

Anggota Komisi IX DPR RI menjelaskan, sepanjang prevalensi kasus stunting di Indonesia terus alami trend peningkatan grafik.

"Pada tahun 2021, angka stunting Indonesia sebesar 24,4 persen dari populasi penduduk. Anak-anak kita hari ini, adalah calon-calon pemimpin di masa depan. Jika hari ini, anak-anak kita itu makin banyak dibawah bayang-bayang stunting, bonus demografi yang akan menjangkau 70 persen populasi penduduk di saat kemerdekaan Indonesia berusia 100 tahun, akan berganti jadi masa yang mengerikan," kata Darul Siska dalam keterangan persnya, Selasa (20/12/2022).

Darul Siska pun membeberkan, segala usaha dan kerja kerasnya, selama mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPR RI periode 2019-2024.

"Oleh partai, saya ditugaskan di Komisi IX DPR RI yang banyak mengurusi bidang kesehatan. Pekerjaannya di daerah pemilihan cenderung membosankan, karena agendanya banyak berisi sosialisasi yang materinya cenderung sama di setiap pertemuan," ungkapnya.

Darul Siska kemudian mencontohkan upaya yang dilakukannya dalam mengatasi masalah stunting ini.

"Ini tentu tak menarik secara jurnalistik, tapi ini harus terus saya ikhtiarkan demi menjaga momentum bonus demografi tetap berjalan di relnya, sehingga benar-benar dinikmati bangsa ini di masa depan," tegasnya.

Diketahui, stunting adalah gangguan tumbuh kembang pada anak akibat multi faktor terutama akibat gizi buruk, infeksi berulang, pola asuh yang salah, kondisi lingkungan tidak sehat dan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Penyebabnya yang paling mendominasi adalah persoalan gizi buruk. Gizi buruk diakibatkan kurangnya nutrisi secara berkepanjangan.

Anak yang mengalami gizi buruk di bawah usia satu tahun, ungkap Darul Siska, 25 persen-nya berisiko memiliki tingkat IQ di bawah 70. Sedangkan 40 persen lainnya berisiko memiliki IQ antara 71-90.

"Bagaimana generasi hari ini akan membawa bangsa ini jadi pemimpin dunia di masa depan, jika permasalahan utama anak Balita dan Baduta Indonesia hari ini adalah stunting," tutupnya.


Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.