“Memang kami tidak sempurna untuk APD, saya akui, saya minta maaf, tapi sebagai catatan kami selalu ada progres dan semoga dengan kejadian ini, kejadian yang luar biasa progres kami akan lebih cepat,” kata Muknis.
Meskipun demikian Muknis membantah terjadi saling serang antara kelompok pekerja Indonesia dengan tenaga kerja asing dalam demonstrasi yang berujung rusuh pada Sabtu (14/1). Yang terjadi menurutnya adalah aksi penyerangan yang dilakukan oknum perusuh.
“Itu salah besar, tidak ada satupun pertempuran antara tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja asing, itu tidak ada sama sekali karena saya ada di situ, yang ada adalah perusuh yang menyerang, oknum-oknum perusuh yang menyerang yang sebagian kecil karyawan sebagian kecil lagi bukan karyawan,” jelas Muknis.
Muknis juga menjelaskan salah seorang WNI yang tewas dalam kejadian itu tidak pernah tercatat sebagai karyawan perusahaan. “Ini baru sekali ini saya ngomong, dan untuk diketahui juga yang meninggal itu bukan karyawan kami dan tidak ada yang bertanggungjawab,” kata Muknis.
Sebelumnya, pihak PT GNI dalam siaran pers pada 16 Januari 2023 di website perusahaan itu menyatakan dua orang yang meninggal merupakan karyawan kontraktor GNI.
Di akhir pemaparannya, Muknis meyakinkan anggota DPRD Morowali Utara bahwa pihaknya akan memperbaiki berbagai kekurangan perusahaan seperti standar K3, pemberian APD kepada pekerja serta keterbukaan terhadap pengawasan anggota legislatif.