Buka Dikpol, Kang Ace Imbau Kader Golkar di Kota Bogor Tak Saling Jegal
Oleh Irman · · Kabar Parlemen
Ia menggarisbawahi Partai Golkar itu merupakan partai yang sangat lengkap dengan basis yang beragam. Hal tersebut dikatakannya merupakan kekuatan yang harus terus ditumbuhkan.
"Musuh kita bukan kader sendiri. Struktur partai jangan menolak fungsionaris yang telah ditugaskan oleh partai," pesan Kang Ace.
Sebab Kota Bogor memiliki wilayah kecil tapi jumlah pemilihnya banyak, Kang Ace berpesan kepada kader untuk tidak saling jegal atas nama perbedaan latar belakang yang dimiliki.
"Karena kita adalah partai yang inklusif," sambungnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu juga meminta para kader siap bertransformasi dengan perubahan, termasuk dengan perkembangan teknologi yang terjadi.
"Kita bisa menang kalau kita bisa beradaptasi dengan perubahan. HP misalnya dulu ada merek Nokia yang selalu kita gunakan. Sekarang ada dinamika dan perkembangan teknologi baru. Kalau Golkar masih menggunakan 'Nokia' tentu kita akan ketinggalan," tegas Kang Ace
Ia menambahkan setiap kemenangan selalu ditentukan oleh bagaimana kemampuan bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
"Kalau ingin menang tentu kita harus terdepan melakukan transformasi, salah satu jalannya yakni melalui digitalisasi dan pemanfaatan media sosial," terang Kang Ace.
Disebutkan Kang Ace, masing-masing fungsionaris tidak mungkin bisa bekerja secara door to door. Untuk itu, kader dituntut mampu membuat narasi positif dan diksi yang tepat di media sosial.
"Memiliki kemampuan menyampaikan diksi itu sangat penting dalam politik. Sebab tidak tepat dalam membuat diksi pada konteks tertentu terkadang bisa berakibat fatal dan merugikan," ungkap Kang Ace.
Ia menekankan fungsionaris harus cerdas dalam menggunakan media sosial sebagai alat perjuangan untuk pemenangan partai.
"Kita harus mampu membangun transformasi sesuai dengan apa yang telah diperjuangkan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto dalam membangun bangsa ini," tutur Kang Ace.
Pada kesempatan itu, Kang Ace juga menekankan pentingnya membangun sikap optimisme kepartaian para kader.
"Kita ingin menang. Kalau ingin menang harus memiliki strategi jitu. Semua harus optimis tak boleh terganggu oleh berbagai isu termasuk isu penundaan pemilu. Itu bisa saja strategi pihak lain agar kita terlena," tegas Kang Ace.
Ia mengulas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang memerintahkan pemilu ditunda dinilai banyak ahli hukum sebagai putusan yang keliru. Hakim dianggap sudah membuat putusan ultra petita atau putusan atas perkara yang melebihi kewenangannya.
"Keputusan itu adalah ultra petitum, kita tidak perlu terganggu, terus saja bergerak dan berjuang untuk Pemilu 2024 yang hanya tinggal 332 hari lagi ini," ujar Kang Ace. (detik.com)