Kabargolkar.com - Kementerian Luar Negeri diminta untuk terus memantau upaya pencarian warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden tenggelamnya kapal penangkap ikan China, Lu Peng Yuan Yu 028, di Samudra Hindia.
Diantara korban kapal tenggelam tersebut terdapat 17 ABK WNI yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani mendesak pemerintah untuk mencari tahu sebab tenggelamnya kapal dan memastikan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan para ABK.
“Update sementara yang kami peroleh baru dua korban yang ditemukan meninggal dunia dan tengah dipastikan identitasnya, sementara yang lain masih dinyatakan hilang. Kami sangat prihatin atas kejadian ini, dan berharap yang terbaik agar korban ABK WNI kita bisa segera ditemukan,” ujar Christina, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/5/2023).
Sembari memastikan upaya pencarian korban, Christina mendorong Kementerian Luar negeri untuk terus berkoordinasi dengan otoritas China terkait pemenuhan tanggung jawab perusahaan pemilik kapal.
“Harus dipastikan korban mendapatkan pemenuhan semua hak-haknya, Kemenlu harus memfasilitasi ini,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Christina memahami pihak keluarga para ABK WNI yang menjadi korban tengah menunggu kepastian akan nasib keluarga mereka. Karena itu, pihak Kementerian Luar Negeri perlu membuka komunikasi seluas-luasnya terhadap keluarga untuk memberikan perkembangan informasi.
“Ini bentuk tanggung jawab negara, termasuk memikirkan skenario untuk memulangkan mereka ke tengah keluarga jika berhasil ditemukan, ataupun jika dinyatakan hilang maka perlu diperjuangkan kompensasi yang bisa diberikan oleh perusahaan kapal. Kami akan terus mengawal ini,” pungkasnya.