Menurut catatannya, jumlah pesantren di Indonesia mencapai 39.043 dengan jumlah santri mencapai 4,08 juta orang. Sementara jumlah pesantren di Jabar sebanyak 12.121 atau tertinggi se-Indonesia, sehingga untuk itu UU Pesantren menjadi sangat dibutuhkan.
"Melalui UU Pesantren, penyelenggaraan Pendidikan Pesantren diakui sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan nasional. UU Pesantren memberikan landasan hukum bagi rekognisi terhadap peran Pesantren dalam membentuk, mendirikan, membangun, dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.
Menurutnya, UU Pesantren akan menjadi landasan hukum afirmasi atas jaminan kesetaraan tingkat mutu lulusan, kemudahan akses bagi lulusan, dan independensi penyelenggaraan pesantren, serta landasan hukum bagi pemerintah.
Sementara itu, putri (alm) KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid memberikan apresiasi terhadap kemajuan pesantren yang dialami Ponpes Al-Falah Cicalengka.
"Saya selalu senang untuk datang ke tempat ini, alasannya karena saya cinta dengan para ulama dan pendiri pesantren di sini dan beliau juga selama ini sangat mencintai Gus Dur. Terlebih pesantren ini termasuk pesantren yang maju dan senantiasa mencerminkan wujud dan praktek ajaran Islam di dalamnya," kata Yenny.
Yenny berharap Al-Falah bisa menularkan kebiasaan tersebut kepada ponpes-ponpes lain. "Ini mungkin hal sepele, tapi sampah itu kini sudah menjadi isu dunia. Sehingga kita semua di pesantren tak bisa mengabaikan isu dan ancaman global tersebut," tuturnya.
Menurutnya, peran pesantren bukan cuma di bidang keagamaan saja, tetapi ada juga peran sosial, peran-peran kebudayaan, peran-peran ekonomi bahkan peran-peran politik. "Walaupun politiknya tentu tentang kemaslahatan bangsa," jelasnya.
Ia yakin pesantren akan selalu menjadi kekuatan bagi Indonesia, dengan peran dan kontribusinya yang besar bagi bangsa dan negara dimana-mana. Ia kemudian juga mengajak para santri untuk terus membiasakan pola hidup sukses dalam kehidupan nyata seperti disiplin dan selalu istiqomah.
"Insyaallah orang pesantren itu selalu bekerja keras. selalu mencari ilmu namun tetap tawadlu. Sehingga saat memberikan kritik saja orang pesantren tentu selalu dengan ahlakul karimah," tutup Yenny. (DETIK.COM)