Kabargolkar.com - Politisi muda DPR RI dari Fraksi Golkar Dyah Roro Esti kembali berkiprah diajang internasional. Ia menyampaikan ketegasan mengenai pentingnya peran perempuan dalam mendorong penanganan perubahan iklim hingga transisi energi.
Ketegasan itu disampaikanya ketika dirinya menjadi pembicara di acara tahunan Conference of the Parties. (COP) 28 yang digelar di UEA, Dubai.
“Perubahan iklim telah terbukti menjadi bencana global yang berdampak sangat buruk pada keberlangsungan seluruh isi alam semesta ini. Kemudian polusi udara yang telah menyebabkan setidaknya 7 juta (WHO, 2023) kematian setiap tahunnya di dunia dan lebih dari 123 ribu (FKUI, 2023) kematian di Indonesia,” ujar Dyah Roro kepada wartawan, Minggu (10/12).
Untuk itu, lanjut Roroh, Presiden Joko Widodo serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendesak untuk melakukan transisi energi karena masalah iklim yang terus meningkat.
“Sebagai perempuan dan pembuat kebijakan, Saya terus mendorong dan mengawal RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET) untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Terlebih beberapa penelitian menunjukkan perempuan cenderung memikirkan dampak jangka panjang dari adanya sebuah kebijakan,” tegas wanita yang menjabat sebagai Anggota Komisi VII DPR RI ini.
Selain itu, Roro optimis, Karena jumlah perempuan yang terus meningkat dalam politik sehingga lebih inklusif. “Saya ingin menyoroti bahwa perempuan memilik multiperan, baik sebagai politisi, anggota rumah tangga, serta ibu. Mereka juga mendidik generasi masa depan, di mana perubahan di mulai dari rumah, menularkan pemahaman terkait bagaimana itu untuk menghemat energi serta turut andil dalam transisi energi. Sehingga perempuan memainkan peran penting seperti kutipan ketika anda mendidik seorang laki-laki, anda mendidik seorang laki-laki, namun ketika anda mendidik seorang perempuan, anda mendidik seluruh generasi,” bebernya.
Mbak Roro Esti pun menyebut, dengan target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Perempuan telah diberikan ruang lebar dan kesempatan yang mengarah pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan terhadap akses energi berkelanjutan, modern yang terjangkau dan dapat diandalkan untuk semua.
“Agar mengurangi kesenjangan didalam dan antar negara sehingga kita memang memerlukan upaya perubahan yang sistemik,” terangnya lebih jauh.
Namun, hal itu perlu kerja sama lintas sektor dengan penuh semangat gotong royong.
“Kami di Komisi VII beserta para mitra kerja baru-baru ini telah meresmikan program penerangan jalan umum tenaga surya di wilayah Gresik dan Lamongan, Jawa Timur. Dan terbukti bahwa program tersebut tidak hanya membantu kebutuhan masyarakat, tapi juga di butuhkannya kerja sama yang cukup intens dari lintas instansi,” pungkas Dyah sembari mengingatkan bahwa setiap individu mempunyai peran dan perlu bergerak secara kolektif.