Kabargolkar.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo menilai, pemerintah perlu menata ulang metodologi penyaluran pupuk subsidi ke petani. Sebab, metodolgi yang sekarang ini berjalan sangat kurang efektif.
Waketum Partai Golkar ini mengusulkan, penyaluran pupuk subsidi fokus kepada petani yang menggarap komoditi tanaman pangan. Kemudian, memiliki luas lahan maksimal dua hektare.
“Dulu kan di tahun 2009, kebijakan waktu saya menjadi Pimpinan Komisi IV itu alokasi pupuk subsidi untuk tanaman pangan tertentu, fokusnya untuk tanaman padi. Dan luas lahannya juga 2 hektare dan harus pemilik, bukan penyewa,” ucap Firman.
Sekarang, menurut Legislator Golkar asal Jawa Tengah ini,pengalokasian pupuk subsidi semakin luas. Bukan hanya menyasar petani padi, tapi juga untuk petani hortikultura, petani singkong, tebu dan tanaman-tanaman lainnya yang sebenarnya, secara penggunaan lahan, rata-rata petaninya di atas dua hektare.
“Karena itu, penataan ini menjadi penting. Tidak mungkin negara mampu mengalokasikan dana pupuk subisidi sesuai kebutuhan,” tutup Firman.