Kabargolkar.com - Petinggi partai politik diminta melakukan intervensi untuk mewujudkan afirmasi jika caleg perempuan yang berkompeten tetap bisa lolos ke Senayan, sehingga kebijakan 30% keterwakilan perempuan di parlemen dapat terwujud.
Dalam diskusi yang mengangkat tema Keterwakilan Perempuan Lewat Pileg, para pembicara menilai ada ketidaksetaraan antara suara caleg perempuan dengan suara caleg pria di ruang publik.
"Semoga di Pemilu 2024, representasi perempuan khususnya bagi partai yang berhasil mendapatkan simpati rakyat sebagai Juara I, II, III dapat membuktikan keberpihakannya kepada caleg perempuan yang kompeten di bidang legislasi dapat memperkaya dan meningkatkan kualitas legislasi agar lebih pro-perempuan untuk 5 tahun ke depan," kata politikus Golkar Melli Darsa dalam seminar Keterwakilan Perempuan Lewat Pileg, Afirmasi atau Fiksi, di Univesitas Jayabaya, Jakarta, Senin, 4 Maret 2024.
Melli Darsa, salah satu caleg perempuan yang ikut dalam dikusi tersebut menilai kebijakan perempuan dalam politik saat ini belum efektif dan hanya lip service. Menurut Melli, proses politik perempuan dalam pencalonannya sebagai caleg membutuhkan dukungan dan intervensi dari partai politik.
"Afirmasi keterwakilan perempuan dalam politik adalah kebijakan yang sudah dilahirkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Namun, hingga saat ini kebijakan ini masih belum efektif dan cenderung hanya merupakan suatu lip service," pungkasnya.