Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN DAN GIZI TERINTEGRASI UNTUK AKSELERASI PENURUNAN STUNTING
  Muzaki   10 Juli 2025
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq

Jakarta, 9 Juli 2025 – Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Gizi Nasional, telah melaksanakan Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa, 1 Juli 2025. Agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian penurunan stunting serta membahas strategi percepatan ke depan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Berdasarkan data yang disampaikan, prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 berhasil ditekan hingga mencapai angka 19,8%, melampaui proyeksi awal sebesar 20,1% yang ditetapkan oleh Kementerian PPN/Bappenas. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penanganan stunting di Indonesia, mengingat untuk pertama kalinya prevalensi stunting nasional turun di bawah batas 20%.

Penurunan ini merupakan hasil dari sinergi lintas sektor, peningkatan akses layanan kesehatan dasar, serta penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan program dan efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ranny Fahd Arafiq, Anggota Komisi IX DPR RI, menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan holistik yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Penurunan angka stunting ini merupakan hasil kerja keras bersama, namun ini baru awal. Kita harus memastikan bahwa layanan kesehatan dan gizi tidak hanya tersedia, tetapi juga menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah terpencil dan perdesaan. Komisi IX akan terus mendorong penguatan sistem pelayanan yang terintegrasi agar target 14% pada tahun 2029 benar-benar dapat tercapai,” ujar Ranny, Anggota Komisi IX DPR RI 

Lebih lanjut, Komisi IX DPR RI menekankan pentingnya optimalisasi layanan kesehatan dan gizi secara terintegrasi, dengan menitikberatkan pada:

- Penguatan sistem layanan primer berbasis puskesmas dan posyandu, dengan dukungan tenaga kesehatan yang terlatih dan ketersediaan logistik gizi yang memadai;

- Konvergensi program intervensi gizi spesifik dan sensitif melalui sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan pertanian;

- Pemanfaatan sistem informasi dan data yang akurat untuk pemetaan keluarga berisiko dan perbaikan tata kelola program;

- Pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku melalui edukasi, komunikasi, dan pelibatan tokoh lokal;

- Monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan akuntabilitas dan efektivitas program.

Ranny Fahd, mengapresiasi upaya seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam penurunan stunting. Namun, kerja keras masih diperlukan untuk mencapai target nasional 14% pada tahun 2029 sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ke depan, akselerasi penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang lebih erat, pendekatan berbasis data, dan penguatan sistem pelayanan kesehatan serta gizi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan kebijakan ini demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.