Sementara itu, dua juta rumah di desa menyasar masyarakat yang telah memiliki rumah namun dalam kondisi tidak layak huni.
“Yang 2 juta itu di desa adalah orang punya rumah, tapi tidak layak huni. Ini sebetulnya tidak berat, karena kira-kira anggarannya 15–20 juta. Sehingga masyarakat yang tadinya rumahnya bocor-bocor, kalau hujan dia kehujanan, kalau kemudian siangnya kepanasan, nah sekarang dengan adanya program ini, itu akan mengangkat harkat martabat daripada masyarakat di desa,” pungkasnya.