Limapuluh Kota -- Kader Partai Golkar di DPRD Limapuluh Kota, Sumatera
Barat, M. Fajar Rillah Vesky, mengawali pokok-pokok pikirannya atau pokirnya pada tahun anggaran 2025, untuk urusan pemajuan kebudayaan. Khususnya lagi, untuk urusan pengembangan dan pelestarian nilai-nilai adat Minangkabau dan adat salingka nagari.
"Urusan pemajuan kebudayaan merupakan amanat UU 5/2017. Kita mengaktualisasikannya dalam bentuk pokir DPRD yang diarahkan untuk peningkatan kapasitas dan pemberian sarana pra-sarana buat niniak mamak, monti, dubalang, dan cadiak pandai yang keberadaannya diakui dan dihormati negara, seperti dimaksud dalam Pasal 18 Ayat 2 UUD 1945," kata M. Fajar Rillah Vesky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8).
Menurut Kabid Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota Ali Hasan, sepanjang tahun ini, Disdikbud Limapuluh Kota sudah dua kali melaksanakan kegiatan pemajuan kebudayaan yang bersumber dari pokir M. Fajar Rillah Vesky. Kegiatan pertama, peningkatan kapasitas niniak mamak atau pelatihan adat. Dengan narasumber: Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto (Mak Katik), Yulfian Azrial (Yum AZ), Dr Wendra Yunaldi SH MH, dan tim dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Limapuluh Kota.
Setelah peningkatan kapasitas niniak mamak yang digelar selama tiga hari di Hotel Shago Bungsu 2, Lubuak Batingkok, Harau itu, juga dilaksanakan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana penyediaan lembaga adat. Berupa penyediaan seragam adat untuak niniak mamak, monti, dubalang, dan cadiak pandai yang tergabung dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN) Situjuah Ladang Laweh dan KAN Tungkar.
Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh Mawardi Datuak Sinaro Nan Paneh dan Ketua Kerapatan Adat (KAN) setempat, Erman Dt Tan Marajo Nan Malengong, menyampaikan terima kasih kepada M. Fajar Rillah Vesky yang sudah mengarahkan pokir DPRD tahun 2025 ini, untuk pelestarian dan pengembangan budaya adat Minangkabau. Terutama untuk peningkatan kapasitas niniak mamak dan sarana prasarana pendukung.
"Tidak sia-sia rasanya, kita mendudukkan putra Situjuah Limo Nagari di DPRD Limapuluh Kota. Ananda, Fajar Rillah Vesky, sudah mulai menunjukkan kinerjanya yang berpihak kepada nagari dan pelestarian adat. Terutama, niniak mamak, monti, dubalang, dan codiak pandai," kata Mawardi Dt Sinaro Nan Paneh dan E Dt Tan Marajo Nan Malengong.
Ucapan terimakasih juga disampaikan Ketua KAN Tungkar, HM.Dt Bandaro Kuniang, bersama Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado. Mereka menyebut, dalam tahun ini, sudah dua kali Disdikbud Limapuluh Kota merealisasikan pokir yang disampaikan anggota DPRD, M. Fajar Rillah Vesky. Pertama, pelatihan adat. Kedua, pemberian seragam adat. "Kami berterimakasih kepada anak kemenakan kami, Fajar Rillah Vesky," kata mereka.
Wabup Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha yang diajak Fajar menyerahkan seragam adat di Balai Adat Tungkar dan Balai Adat Situjuah Ladang Laweh, turut menyampaikan apresiasi kepada M. Fajar Rillah Vesky yang pokirnya berpihak untuk pemajuan kebudayaan. Walau Rito tahu, pada Pilkada lalu, Fajar Vesky sebagaimana pengakuan Fajar sendiri saat penyerahan seragam, bukanlah pendukung pasangan Safni-Rito. Namun, Rito menyebut, Fajar Vesky sebagai pribadi yang tulus