Lalu, Ijeck berharap pembangunan infrastruktur harus dipikirkan secara matang, agar uang negara tidak terbuang sia-sia. Dikarenakan, biaya perawatan akan lebih besar dari pada pembangunannya.
Kepala BBPJN Hardi Siahaan mengatakan, pihaknya membangun Underpass bukan Flyover di Jalan Gatot Subroto, karena kondisi tanah pada lokasi tersebut layak untuk dibuat jalur ke bawah.
"Pada kondisi ini hampir rata, kalau cembung kita pilih Underpass. Kalau cekung kita pilih Flyover. Kondisi tanah dasar cukup baik, pompa air bisa kita maneg. Kalau tanah dasar lunak kita pilih Flyover," kata dia.
Hardi juga mengakui, bahwa pembangunan Underpass ini tidak bisa ditambah lagi, seperti yang disampaikan oleh Ijeck. Jikalau Flyover, penambahan jalur dapat dilakukan dengan menambah tingkatan ruas jalan.
"Memang kita tidak bisa menambah lagi kalau Underpass ini sudah terbangun. Kita bisa membangun Flyover yang bersilangan dengan underpass. Kemacetan ini akan terjadi, kalau tidak dikelola persimpangan. Bagaimana management persimpangan," ungkapnya.