Ia mengingatkan bahwa masih adanya desa yang belum menikmati listrik merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan bersama.
“Selama masih ada desa yang gelap, di situlah negara harus hadir lebih kuat. Tidak boleh ada ketimpangan antara kota dan desa dalam hal akses energi,” tegas Franky.
Sebagai penutup, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Program Listrik Desa hingga benar-benar tuntas di Kalimantan Barat.
“Program ini tidak boleh gagal. Kami akan terus mengawal agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnua.
Melalui kunjungan ini, diharapkan pelaksanaan Program Listrik Desa di Kabupaten Sambas dan wilayah Kalimantan Barat lainnya dapat berjalan lebih efektif, tanpa hambatan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.