Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Atalia Praratya: Kekerasan Seksual di Kampus Jadi Alarm Serius, Jangan Dinirmalisasi!
  Muzaki   23 April 2026
Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya usai menghadiri Seminar Perempuan yang diselenggarakan KPPRI di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen (21/4). Foto : dpr.go.id

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai situasi ini merupakan sinyal peringatan bagi semua pihak agar tidak menganggap lumrah segala bentuk kekerasan seksual.

Atalia mengungkapkan keprihatinannya atas terbongkarnya berbagai kasus di institusi pendidikan tinggi yang selama ini dikenal sebagai ruang intelektual.

“Saya sedih sekali ketika institusi yang kita sebut intelektual justru terbuka dengan hal-hal seperti ini,” ujarnya disampaikan dalam Seminar Perempuan yang diselenggarakan Kaukus Perempuan Republik Indonesia (KPPRI) bertema Dari Suara ke Aksi: Peran Strategis Perempuan dalam Dinamika Konflik Masa Kini di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Selasa (21/4/26).

Di sisi lain, ia memandang terbukanya kasus-kasus tersebut ke publik dapat menjadi momentum penting untuk mendorong korban agar lebih berani berbicara dan melaporkan apa yang mereka alami.

“Kita tidak boleh menormalisasi kekerasan seksual, apalagi dengan alasan bercanda. Bahkan catcalling pun itu adalah hal yang salah,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa, yang mulai menunjukkan sikap tegas terhadap pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, respons publik yang tidak memberikan toleransi merupakan langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.

“Atalia menilai ketika mahasiswa berani marah dan mengecam pelaku, itu hal yang bagus karena menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak ditoleransi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Atalia menekankan pentingnya menjadikan kasus-kasus yang mencuat sebagai pembelajaran bersama agar masyarakat memahami batasan perilaku yang termasuk dalam kategori kekerasan seksual.

“Ini harus menjadi momentum untuk memahami mana yang boleh dan tidak boleh, serta bagaimana kita saling menjaga agar tidak ada lagi korban berikutnya,” pungkasnya. 

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.