Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Hamka B Kady: Kecelakaan Laut Beruntun Jadi Alarm Perbaikan Sistem Keselamatan
  Muzaki   07 Agustus 2026
Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar, sehingga negara benar-benar hadir menjamin bahwa setiap kapal yang beroperasi telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan," ucap Hamka.

Perkuat Pengawasan di Lapangan

Selain revisi regulasi, Hamka meminta pemerintah membangun reformasi sistem keselamatan pelayaran secara menyeluruh. Menurutnya, pembenahan harus dilakukan melalui peningkatan inspeksi langsung di lapangan serta penguatan kapasitas dan integritas Syahbandar.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan kapal juga dinilai perlu ditingkatkan agar proses pemantauan dapat dilakukan secara lebih efektif dan transparan. Di sisi lain, penerapan sanksi tegas terhadap pelanggaran keselamatan harus dilakukan secara konsisten.

Hamka menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan sekunder. Aspek tersebut berkaitan langsung dengan perlindungan nyawa penumpang dan awak kapal, sekaligus menentukan tingkat keandalan konektivitas antarpulau serta kelancaran distribusi logistik nasional.

Ia berharap rentetan kecelakaan laut yang terjadi belakangan ini dapat menjadi momentum untuk melakukan perubahan mendasar. Pemerintah, kata Hamka, perlu membangun sistem pengawasan yang lebih kuat, transparan, akuntabel, dan mengutamakan pencegahan.

Dengan demikian, keselamatan dapat menjadi standar utama dalam setiap tahapan aktivitas pelayaran, mulai dari pemeriksaan kapal hingga pemberian izin keberangkatan.

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Desakan penguatan sistem keselamatan tersebut disampaikan Hamka di tengah terjadinya kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II. Kapal Motor Penumpang yang membawa 238 penumpang itu terbakar di perairan utara Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Saat kebakaran terjadi, seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan mengenakan *life jacket* atau rompi keselamatan sebelum kemudian meloncat ke laut.

Dari total 238 penumpang yang menyelamatkan diri, tercatat lima orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi laut, terutama untuk memastikan seluruh kapal yang beroperasi telah memenuhi standar kelaiklautan dan seluruh prosedur keselamatan sebelum berlayar.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.