Perkuat Pengawasan di Lapangan
Selain revisi regulasi, Hamka meminta pemerintah membangun reformasi sistem keselamatan pelayaran secara menyeluruh. Menurutnya, pembenahan harus dilakukan melalui peningkatan inspeksi langsung di lapangan serta penguatan kapasitas dan integritas Syahbandar.
Pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan kapal juga dinilai perlu ditingkatkan agar proses pemantauan dapat dilakukan secara lebih efektif dan transparan. Di sisi lain, penerapan sanksi tegas terhadap pelanggaran keselamatan harus dilakukan secara konsisten.
Hamka menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan sekunder. Aspek tersebut berkaitan langsung dengan perlindungan nyawa penumpang dan awak kapal, sekaligus menentukan tingkat keandalan konektivitas antarpulau serta kelancaran distribusi logistik nasional.
Ia berharap rentetan kecelakaan laut yang terjadi belakangan ini dapat menjadi momentum untuk melakukan perubahan mendasar. Pemerintah, kata Hamka, perlu membangun sistem pengawasan yang lebih kuat, transparan, akuntabel, dan mengutamakan pencegahan.
Dengan demikian, keselamatan dapat menjadi standar utama dalam setiap tahapan aktivitas pelayaran, mulai dari pemeriksaan kapal hingga pemberian izin keberangkatan.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
Desakan penguatan sistem keselamatan tersebut disampaikan Hamka di tengah terjadinya kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II. Kapal Motor Penumpang yang membawa 238 penumpang itu terbakar di perairan utara Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi.
Saat kebakaran terjadi, seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan mengenakan *life jacket* atau rompi keselamatan sebelum kemudian meloncat ke laut.
Dari total 238 penumpang yang menyelamatkan diri, tercatat lima orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi laut, terutama untuk memastikan seluruh kapal yang beroperasi telah memenuhi standar kelaiklautan dan seluruh prosedur keselamatan sebelum berlayar.