"Ini dalam rangka apa? Dalam rangka membangun kembali kepercayaan masyarakat, tidak hanya masyarakat investor nasional, lokal, nasional, regional, tapi investor global, terhadap apa? Bursa saham Indonesia, sehingga prasyarat-prasyarat awal pada saat MSCI yang awal dulu itu sudah dipenuhi semua mereka," sebut Misbakhun.
Ia menambahkan, pembenahan tata kelola bursa harus disertai bukti konkret bahwa Indonesia berkomitmen menjalankan standar dan protokol pasar modal internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada MSCI maupun komunitas investor global mengenai keseriusan Indonesia dalam memperbaiki kualitas pasar modal.
"Dan tentunya ini untuk memberikan apa? Memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional. Termasuk Bursa Efek Indonesia telah melakukan upaya yang serius dan sungguh-sungguh itu dan mereka bahkan sudah bertemu berkali-kali dengan MSCI," imbuhnya.
Misbakhun berharap, upaya evaluasi dan reformasi yang dilakukan secara konsisten dapat memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Dengan tata kelola yang semakin baik, kepercayaan investor diharapkan dapat terjaga sekaligus mendukung ketahanan perekonomian nasional di tengah dinamika global.