05 Juli 2020
Misbakhun: Menkeu Jangan Gunakan Bantuan IMF dan World Bank dalam Tangani Covid-19
  Bambang Soetiono
  25 Maret 2020
  • Share :
Misbakhun (net)

kabargolkar.com, JAKARTA - Misbakhun politisi Partai Golkar yang juga anggota Komisi XI DPR RI mengingatkan Menkeu agar tidak menggunakan bantuan dari IMF dan World Bank dalam penanganan penyebaran virus Corona.

Redaksi KabarGolkar menerima tulisan Misbakhun siang tadi (25/3/2020). Berikut tulisannya:

Uangnya dari mana? Pemerintah masih mempunyai anggaran yang memadai dari Sisa Anggaran Tahun Lalu (SAL), akumulasi dari Sisa Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA) dan anggaran yang selama ini disishkan oleh pemerintah sebagai dana abadi (endowment fund) untuk keperluan cadangan seperti dana Pendidikan di LPDP, dana pungutan bea ekspor sawit (lavy) di BPDPKS, dana Lingkungan hidup di BPDLH, Dana Riset Perguruan Tinggi, yang diinvestasikan di Surat Utang Negara. Termasuk dana APBN yang ada BA99 yang selama ini dikelola oleh Menteri Keuangan Sebagai Bendahara Umum Negara," ujarnya.

Bahkan, kalau perlu pemerintah bisa meminjam sebagian dana simpanan milik LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang mencapai lebih 150 triliun sebagai cadangan darurat oleh negara untuk keperluan mendadak karena uang tersebut tersedia dan sangat siap untuk dipinjam negara bila perlu karena posisi dana nya memang tidak sedang digunakan.

Ada cadangan devisa Indonesia yang dikelola oleh Bank Indonesia sekitar 130 billion USD atau setara dengan lebih 2.000 triliun rupiah bila kurs saat ini 16.800 rupiah per US dollar. 

Pemerintah cukup dengan menerbitkan open end Surat Utang Negara (SUN) yang khusus dibeli oleh Bank Sentral dan meminta Bank Indonesia membeli SUN tersebut dengan bunga dibawah 5% saja. Kalau pemerintah menerbitkan SUN senilai 20 billion USD akan setara dengan 336 triliun rupiah. Uang sebesar itu akan sangat cukup dan memadai untuk menanggulangi Covid19 di Indonesia tanpa harus menggunakan pinjaman dana IMF dan World Bank.

Keuntungannya adalah;
1. Sebagai negara, Indonesia pada tahap tidak bergantung IMF dan World Bank dan ini menjadi kunci kemandirian kita.
2. Tidak terjebak pada bantuan IMF dan World Bank yang sering mengikat pada kebijakan dan policy ekonomi dan politik Indonesia di masa depan.
3. Bank Indonesia tidak sepenuhnya menggunakan cadangan devisa untuk operasi moneter menjaga stabilitas nilai tukar rupiah saja seperti saat ini. Sehingga operasi moneter nya lebih terimbang untuk yang lain lebih urgent.

Kebijakan seperti ini harus diambil karena kalau kita menerbitkan global bond disaat pasar global sedang terimbas Covid19 maka imbal balik atau rate return SUN yang diterbitkan oleh Indonesia akan sangat mahal biayanya karena ini adalah kesempatan bagi fund manager asing untuk memeras institusi negara yang sedang membutuhkan uang disaat mereka butuh likuiditas dalam jangka pendek mengatasi kebutuhan belanja negara yang mendesak.

Demikian Muhammad Misbkahun menjelaskan argumennya terkait rencana Kemenkeu melakukan penggalangan bantuan kepada lembaga-lembaga keuangan internasional, ADB, IMF dan World Bank dalam menangani penyebaran virus Corona di Indonesia. (kabargolkar)

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.