Karena partai Golkar sendiri akan melakukan survei akhir jelang penetapan SK terakhir dimana hasil akhir ini menentukan untuk SK penetapan dari DPP.
"Surveinya itu akan dilakukan nanti, untuk menentukan ketertarikan pemilih terhadap calon, itu penentuan, sebelumnya juga sudah dibuat survei untuk awal," jelas Ikhsan.
Menurut Ikhsan, untuk Pilkada di Riau sendiri mereka dibebankan DPP untuk menang 60 persen dari sembilan Pilkada, menurutnya akan tercapai karena Ketua DPD Syamsuar akan langsung menjadi tim sukses.
"Kalau memang seluruh pilkada di Riau itu bonus, yang jelas enam dari 9 pilkada itu harus menang," ujarnya.
Ikhsan juga menegaskan pihaknya di Golkar menjamin tidak ada mahar politik bagi calon yang diusung, jikapun ada nantinya yang meminta itu bukan dari partai melainkan mengatasnamakan oknum.
"Kita sudah mulai perbaiki partai Golkar makanya ada Golkar baru dan Golkar bersih, bagian dari cara kita menghilangkan politik transaksional itu," ujar Ikhsan.