Pada tahapan penjaringan lalu yang dilakukan tidak hanya mengambil dan mengisi formulir tapi, Gerindra melakukan fit and proper test kepada para bakal calon. "Kami mengundang akademisi, tokoh masyarakat dan kader senior partai untuk melakukan wawancara," kata dia.
Akademisi diwakili oleh Eugenius Paransi (mantan Ketua KPU Kota Manado), Benny Parasan (tokoh masyarakat ) dan Ferdinand Mewengkang (kader senior). Dari 20 nama ini akan disaring kemudian dipilih berdasarkan survei yang sudah dilakukan sebelumnya. "Nama diusulkan ini punya dasar kuat sehingga menjadi pegangan untuk keputusan DPP, tapi DPP juga akan mempertimbangkan aspirasi di bawah, " ujarnya.
Ia menyadari hal itu belum final, karena Gerindra juga butuh mitra koalisi untuk mengusung calon. Gerindra baru memiliki 4 kursi DPRD Manado untuk tiket mengusung calon. Sementara syarat yang dibutuhkan adalah 9 kursi. Berikut 20 nama calon kepala daerah di Manado.
Franco Medjaya Kusuma, Ulyas Taha, Rio Permana Mandagi, Suharto Kiu, Benny Parasan, Syarifudin Syaafa, Olga Dotulong, Victor Mailangkay, Nova Sumolang dan Mor Bastian.
Kemudian Telly Tjanggulung, Harley Mangindaan, Martin Daniel Tumbelaka, Ronny Emanuel, Christian Yokung, Irwan Pakaya, Aziz Tegela, Ayub Ali, Mahmud Turuis dan Sonya Selviana Kembuan.
Hiruk pikuk Pilkada Minsel semakin kencang terdengar. Pesta demokrasi lima tahunan ini diprediksi akan mengusung sampai tiga calon bupati dan calon bakal bupati.
Jika dipetakan, Golkar dan PDIP akan mengusung calon sendiri. Calon lain akan muncul dari koalisi partai seperti Nasdem, Perindo dan PAN. Kabarnya Demokrat akan merapat bersama PDIP untuk mengusung Franky Donny Wongkar sebagai bakal calon bupati. Namun partai berlambang 'mercy' ini sudah mengajukan Verna Ingkiriwang sebagai bakal calon wakil bupati.
Golkar masih adem-ayem. Walaupun sudah pasti mengusung Michaela Elsiana Paruntu calon bupatinya, namun papan dua belum juga terlihat.
Nama-nama seperti Ventje Tuela, Roby Sangkoy, Royke Sondakh, Frangky Pasla punya peluang yang sama untuk mendampingi Paruntu.
Lamaluta mengatakan bakal calon bupati akan ditentukan DPP Golkar.
"Prosesnya masih panjang. Kita tunggu sampai DPP sudah terbentuk karena ini masih dalam masa transisi," ujar dia.
Ketua DPD Golkar Bolaang Mongondow Timur ini mengatakan saat ini partai sementara melakukan survei. Hasilnya akan segera dibawa ke DPP Golkar. Wongkar sudah pasti dicalonkan PDIP. Namun siapa yang akan menjadi pendamping Wakil Bupati Minsel periode 2016-2021 ini masih menjadi teka-teki.
Sejauh ini ada beberapa calon yang sudah mendaftar ke DPD PDIP Sulut beberapa waktu lalu sebagai bakal calon bupati. Mereka di antaranya Gemmy Kawatu, Ricky Toemandoek, Verna Ingkiriwang, Rommy Pondaag dan lainnya.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Lucky Senduk, Senin (13/1/2020) mengatakan, siapa pendamping Wongkar masih belum dibahas. "Bisa Pak Pondaag, Pak Ricky dan Ibu Verna," kata dia.
Menurutnya, kalau KPU sudah membuka pendaftaran untuk Pilkada Minsel, pastinya paket (calon bupati dan wakil bupati) sudah ada dan akan segera didaftarkan. "Itu sekarang masih berproses," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey sudah mengumumkan Wongkar sebagai calon bupati. Hal itu disampaikan Gubernur Sulut tersebut saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Modoinding, Minsel.
Akomodir Kepentingan Publik
Tentu DPP Partai Golkar punya kepentingan tertentu soal pilihan calon yang hendak diusung pada pilkada di 7 kabupaten/kota dan provinsi. Kepentihaan DPP Golkar adalah calon itu memiliki kemungkinan atau peluang besar untuk menang.
Namun demikan dalam menetapkan