27 Mei 2020
Tetty Otak-atik Figur di 8 Pilkada: MEP Kandidat Tunggal dari Golkar
  Muhammad Said
  14 Januari 2020
  • Share :
Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Golkar Minsel Tetty Paruntu dan James Arthur Kojongian

kabargolkar.com, MANADO - Partai Golkar tatap Pilkada Serentak 2020. Sejumlah figur calon kepala daerah disiapkan menghadapi pesta demokrasi di Sulawesi Utara, Manado, Bitung, Minahasa Utara, Tomohon, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Timur dan Bolaang Mongondow Selatan (lihat grafis). Nama-nama itu akan diusulkan ke DPP Partai Golkar selanjutnya ditetapkan sebagai calon gubernur, bupati dan wali kota.

Untuk Pilkada Sulut, Golkar mengandalkan Christiany Eugenia Paruntu. Ketua DPD Golkar Sulut ini bakal dipasangkan dengan Ketua DPW PAN Sulut Sehan Landjar. Selain itu, masih ada nama Stevanus Vreeke Runtu dan Jimmy Eman yang mendaftar sebagai cagub dan cawagub di Beringin Sulut.

Calon tunggal di Minsel. Mikaela Elsiana Paruntu menguat di posisi cabup. Siapa pendamping MEP, masih diperebutkan beberapa figur di antaranya Royke Sondakh dan Frangky Pasla. Minsel sebagai basis utama bahkan sudah punya calon unggulan yakni MEP, adik Bupati Minsel Tetty Paruntu.

Kabarnya Golkar sedang mencari pasangan yang akan disandingkan dengan MEP. Golkar Minsel tak kekurangan tiket untuk mengusung MEP dan pasangannya karena punya modal 10 kursi DPRD.

Kontestasi di Kota Manado ketat. Selain mantan Wali Kota Jimmy Rimba Rogi, ada mantan Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung, Victor Mailangkay dan Yongkie Limen. Syaratnya Golkar lebih dulu harus menemukan koalisi partai, karena partai berlambang beringin itu cuma punya modal 5 kursi DPRD Manado. Padahal syarat mengusung minimal 8 kursi.

Tak kalah ketat di Kota Bunga, Tomohon. Petahana Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan bersaing dengan Ketua DPRD Tomohon Miky Wenur dan Geby Eman, putri Wali Kota Jimmy Eman. SAS saat ini cukup berpeluang karena masuk gerbong Ketua DPD I Golkar Tetty Paruntu. Namun, di lain pihak, gerbong Eman, punya jagoan lain yakni sang putri Gaby Eman.

Untuk Minut, ada Ketua Golkar Denny Wowiling, kemudian petahana Wakil Bupati Joppy Lengkong dan Daniel Rumumpe. Di Bitung muncul nama Cindy Wurangian. Paling ketat di Boltim. Politisi Golkar Sumardia Modeong bersaing dengan putri Bupati Sehan Landjar, Amalia Landjar. Kemudian kader Golkar Feryando Lamaluta, Sahrul Mamonto dan Suhendro Boroma.

Untuk Bolsel ada Hartina Badu Syamsuridjal Mokoagow.

Sebelum ditetapkan DPP Golkar, figur kepala daerah harus melalui seleksi.

Juru Bicara Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta mengatakan, di awal tahun ini, Golkar akan mengadakan rapat persiapan sejauh mana proses seleksi calon kepala daerah. "Ibu Ketua DPD (Tetty Paruntu) sudah instruksikan untuk persiapan bakal calon yang akan diajukan ke DPP, " ungkap Lamaluta kepada tribunmanado.co.id, Senin (13/1/2020). Semua calon di kabupaten dan kota akan dibahas dalam rapat ini. Calon yang diusung Golkar pun cukup menonjol di beberapa daerah.

Tak mau kalah, Partai Gerindra juga mulai menyaring nama yang bakal diusul ke DPP. Gerindra Manado sudah menerima 20 nama yang pendaftar yang berminat diusung termasuk figur eksternal partai.

Onal Saumur, Sekretaris DPC Gerinda Manado mengatakan, dalam waktu dekat ini DPC Gerindra akan mulai menjaring nama yang siap diusulkan. "Dari 20 nama ini DPP meminta 6 nama yang diusul itu sudah berpasangan," kata Onal, Senin (13/1/2020).

Pada tahapan penjaringan lalu yang dilakukan tidak hanya mengambil dan mengisi formulir tapi, Gerindra melakukan fit and proper test kepada para bakal calon. "Kami mengundang akademisi, tokoh masyarakat dan kader senior partai untuk melakukan wawancara," kata dia.

Akademisi diwakili oleh Eugenius Paransi (mantan Ketua KPU Kota Manado), Benny Parasan (tokoh masyarakat ) dan Ferdinand Mewengkang (kader senior). Dari 20 nama ini akan disaring kemudian dipilih berdasarkan survei yang sudah dilakukan sebelumnya. "Nama diusulkan ini punya dasar kuat sehingga menjadi pegangan untuk keputusan DPP, tapi DPP juga akan mempertimbangkan aspirasi di bawah, " ujarnya.

Ia menyadari hal itu belum final, karena Gerindra juga butuh mitra koalisi untuk mengusung calon. Gerindra baru memiliki 4 kursi DPRD Manado untuk tiket mengusung calon. Sementara syarat yang dibutuhkan adalah 9 kursi. Berikut 20 nama calon kepala daerah di Manado.

Franco Medjaya Kusuma, Ulyas Taha, Rio Permana Mandagi, Suharto Kiu, Benny Parasan, Syarifudin Syaafa, Olga Dotulong, Victor Mailangkay, Nova Sumolang dan Mor Bastian.

Kemudian Telly Tjanggulung, Harley Mangindaan, Martin Daniel Tumbelaka, Ronny Emanuel, Christian Yokung, Irwan Pakaya, Aziz Tegela, Ayub Ali, Mahmud Turuis dan Sonya Selviana Kembuan.

Hiruk pikuk Pilkada Minsel semakin kencang terdengar. Pesta demokrasi lima tahunan ini diprediksi akan mengusung sampai tiga calon bupati dan calon bakal bupati.

Jika dipetakan, Golkar dan PDIP akan mengusung calon sendiri. Calon lain akan muncul dari koalisi partai seperti Nasdem, Perindo dan PAN. Kabarnya Demokrat akan merapat bersama PDIP untuk mengusung Franky Donny Wongkar sebagai bakal calon bupati. Namun partai berlambang 'mercy' ini sudah mengajukan Verna Ingkiriwang sebagai bakal calon wakil bupati.

Golkar masih adem-ayem. Walaupun sudah pasti mengusung Michaela Elsiana Paruntu calon bupatinya, namun papan dua belum juga terlihat.

Nama-nama seperti Ventje Tuela, Roby Sangkoy, Royke Sondakh, Frangky Pasla punya peluang yang sama untuk mendampingi Paruntu.

Lamaluta mengatakan bakal calon bupati akan ditentukan DPP Golkar.

"Prosesnya masih panjang. Kita tunggu sampai DPP sudah terbentuk karena ini masih dalam masa transisi," ujar dia.

Ketua DPD Golkar Bolaang Mongondow Timur ini mengatakan saat ini partai sementara melakukan survei. Hasilnya akan segera dibawa ke DPP Golkar. Wongkar sudah pasti dicalonkan PDIP. Namun siapa yang akan menjadi pendamping Wakil Bupati Minsel periode 2016-2021 ini masih menjadi teka-teki.

Sejauh ini ada beberapa calon yang sudah mendaftar ke DPD PDIP Sulut beberapa waktu lalu sebagai bakal calon bupati. Mereka di antaranya Gemmy Kawatu, Ricky Toemandoek, Verna Ingkiriwang, Rommy Pondaag dan lainnya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Lucky Senduk, Senin (13/1/2020) mengatakan, siapa pendamping Wongkar masih belum dibahas. "Bisa Pak Pondaag, Pak Ricky dan Ibu Verna," kata dia.

Menurutnya, kalau KPU sudah membuka pendaftaran untuk Pilkada Minsel, pastinya paket (calon bupati dan wakil bupati) sudah ada dan akan segera didaftarkan. "Itu sekarang masih berproses," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey sudah mengumumkan Wongkar sebagai calon bupati. Hal itu disampaikan Gubernur Sulut tersebut saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Modoinding, Minsel.

Akomodir Kepentingan Publik

Tentu DPP Partai Golkar punya kepentingan tertentu soal pilihan calon yang hendak diusung pada pilkada di 7 kabupaten/kota dan provinsi. Kepentihaan DPP Golkar adalah calon itu memiliki kemungkinan atau peluang besar untuk menang.

Namun demikan dalam menetapkan calon yang hendak diusung, diharapkan DPP Golkar juga mengakomodasi kepentingan publik. Kepentingan publik bagi setiap calon adalah mereka yang punya pengalaman panjang sebagai pemimpin dan memiliki integritas moral.

Jika Golkar memiliki calon hanya bermodalkan popularitas dan mengabaikan kapasitas, maka bukan itu yang dikehendaki publik. Wajib bagi Golkar untuk mengakomodasi kepentingan pubkik. Jika calon itu terpilih maka ia akan menjadi milik publik.

DPP Golkar jangan memilih calon yang pada akhirnya hanya membebani publik ketika saat menjabat. Selama ini, banyak pengalaman kepala daerah itu ketika menjabat hanya membebani publik.

Pemimpinnya tidak inovatif dan kreatif sehingga daerah yang dipimpinnya stagnan dan tidak ada perubahan atau perkembangan apa-apa. Disamping itu banyak juga kepala daerah yang memanfaatkan kekuasaanya hanya memperkaya diri.

Proyek fisik banyak yang dipotong sehingga sarana publik sangatlah buruk. Pengalaman buruk ini harus dijadikan pelajaran oleh DPP Golkar sehingga tidak lagi keliru memilih bakal calon yang nantinya akan usung Golkar. Yang terpenting bagi Golkar adalah jangan hanya terjebak pada memlerkirakan kepentingan parpol dan mengabaikan kepentingan publik. [tribunmanado]

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.