Kabargolkar.com - Sejak Golkar Kukar dipimpin Syaukani HR hingga sekarang, partai berlambang pohon beringin itu selalu memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk berkoalisi dan berpasangan di Pilkada Kukar.
Baik dari internal partai maupun partai lain keterbukaan itu bukan hanya bagi kader Golkar, tapi siapa saja yang memiliki kepedulian dan kemampuan. Baik Golkar sesama Golkar ataupun dengan koalisi hingga tokoh masyarakat.
Siang ini , sabtu (9/5/2020) bertempat di kantor DPD Golkar Kukar dilaksanakan Rapat Pleno Diperluas DPD Golkar Kukar,salah satu agendanya penyampaian Visi Misi bakal calon wakil bupati Kukar.
Acara ini secara resmi dibuka Ketua Golkar Kalimantan Timur H.Rudy Mas'ud.SE Zoom Meeting dihadirkan pada acara ini sebab masih dalam Protap Social Distancing .
Dalam sambutan dan arahannya, Ketua DPD Partai Golkar Kaltim H.Rudy Mas'ud.SE menginstruksikan agar Kukar harus kembali memimpin kepala daerah di kukar.
"Kukar adalah Golkar dan sejarah tersebut tidak akan pernah hilang, sehingga bagi para Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih saya meminta harus benar benar memahami dan mampu mengaplikasikan kebijakan yang langsung menyentuh rakyat agar kesejahteraan rakyat Kukar menjadi kenyataan." Ujarnya
Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara ( Kukar ) Abdul Rasid terpilih secara aklamasi dalam rapat pleno di kantor DPD Golkar Kukar Rabu 26 Februari 2020,maka tahapan penjaringan bakal calon wakil bupati Kukar mulai diadakan Golkar Kukar pada 20 hingga 26 Maret. Setiap pendaftar diminta mengisi formulir dan mengembalikannya. Kemudian dilanjutkan ke tahap verifikasi dan Visi Misi.
Ada 6 nama bakal calon wakil bupati pendamping Rasyid masing masing, dianataranya ,Dr.Novita Ikasari.SS.SE.MSi, Drs.H.Saifuddin, Marzuki.SE.M.Pd, K.H.Abu Ali.S.Pd, H.Setia Budi, Salehuddin.S.Sos dan H.Rudiansyah.SH.
Sebagaimana diketahui DPP Partai Golkar telah merekomendasikan 10 lembaga survei dimana masing masing daerah telah ditetapkan lembaga surveinya. Hal yang menentukan siapa bakal calon kepala daerah tentu Golkar akan berpegang pada hasil survei sebagai salah satu kriteria dalam penetapan. Golkar Kukar memenuhi syarat mengusung sendiri pasangannya tapi tidak menutup kemungkinan akan membuka peluang juga berkoalisi.