Ketua DPD I Partai Golkar NTT ini mengatakan, ada makanan kecil olahan jagung dari Sumba Timur yang rasanya sangat enak.
“Jagung itu rasanya enak sekali, seperti popcorn tetapi rasanya lebih enak. Saya pesan 40 bungkus bawa ke Jakarta. Siapa saja yang ke ruangan saya dan makan itu jugung pasti dia minta lagi. Yang seperti ini yang disebut inovasi itu. Adonara ini kaya raya. Apalagi jagung titi Adonara yang luar biasa. Saya harap Adonara ini harus punya brand dari hasil produk UMKM,” kata Melki Laka Lena.
Disebutkan Melki Laka Lena, Adonara bukan wilayah baru baginya. “Saya punya pengalaman khusus sekitar belasan tahun lalu, saya kelilingi Adonara, tidur bangun di desa-desa dengan sepeda motor oleh teman akrab saya, yang biasa dipanggil BS. Saat itu jalannya setengah mati. Saya sudah naik sampai ke Desa Demon Dei dengan kondisi jalan yang parah. Sekarang perubahannya luar biasa. Saya kaget juga lihat kemajuan sudah seperti ini. Semua perubahan itu berkat perjuangan Bang Melki Mekeng,” katanya.
Melki Laka Lena saat itu didampingi Ketua DPD II Golkar Flotim, Nani Betan, anggota Fraksi Golkar DPRD Flotim, Adrianus Sintu Kelen, jajaran pengurus Golkar Flotim, dan pengurus Golkar NTT Maria Goreti Tokan, Tony Kleden, dan Laurens Leba Tukan, serta para bacaleg DPRD Flotim daerah pemilihan Flotim 3. Hadir juga pejabat yang mewakili Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Flotim Buce Monteiro, Camat Adonara Barat, serta Ketua DPP Sta. Maria Goreti Waiwadan warga Waiwadan.
Usai melakukan kunjungan di BLK tersebut, Melki Laka Lena mampir di Desa Kolilanang dan selanjutnya meninjau RSU Adonara di Waiwerang dan melakukan kegiatan sosialisasi dan kampanye percepatan penurunan stunting Bersama BKKBN NTT di Aula Paroki Kristus Raja Waiwerang. Setelah itu Melki Laka Lena dan rombongan menyebrang melalui Pelabuhan Boleng ke Lewoleba, Kabupaten Lembata.