kabargolkar.com, KLATEN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Klaten segera menentukan sikapnya merespons terbitnya rekomendasi PDIP kepada pasangan Sri Mulyani-Aris Prabowo. Mengingat sebelumnya, Ketua DPD II Partai Golkar Klaten Hardaya juga sempat melamar menjadi bakal calon wakil bupati Klaten di DPC PDIP Klaten.
”Besok Jumat (hari ini) menentukan seperti apa sikap Golkar. Untuk saat ini (kemarin) belum bisa diputuskan, setelah nanti (hari ini) bisa kasih jawaban mau ke mana. Tapi konteks DPD II Partai Golkar Klaten memang menyatakan koalisi dengan PDIP tanpa syarat waktu itu,” jelas Wakil Ketua DPD II Parta Golkar Klaten Bidang Hukum dan HAM Triyono, Kamis (20/2).
Menurutnya, belum ada MoU antara Partai Golkar dengan PDIP terkait membangun koalisi. Pernyataan koalisi beberapa waktu lalu baru sepihak dari Partai Golkar. Seperti diketahui, sebelumnya DPD II Partai Golkar Klaten mengajukan sang ketua partai, yakni Yoga Hardaya untuk mendampingi Sri Mulyani dalam Pilkada 2020. Namun, ternyata rekomendasi dari DPP PDIP justru memasangkan Sri Mulyani dengan Aris Prabowo.
Triyono mengungkapkan, segala kemungkinan masih bisa terjadi, baik tetap membangun koalisi dengan PDIP atau dengan partai lainnya hingga mengusung calon sendiri.
Sementara itu, beberapa tokoh telah memasukkan surat untuk menjadi calon bupati lewat Partai Golkar. Mereka adalah One Krisnanta yang sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Klaten dan pengusaha Arif Budiyono.
”Mereka baru memasukkan surat ke Partai Golkar. Tapi kan kita belum bisa memutuskan. Keputusan itu berisfat kolektif kolegial sehingga Ketua DPD II Partai Golkar Yoga Hardaya pun tidak bisa memutuskan sendiri,” jelasnya.